Di Banjarmasin, Jumlah Pemilih Perempuan Lebih Banyak dari Laki-laki - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Di Banjarmasin, Jumlah Pemilih Perempuan Lebih Banyak dari Laki-laki

Diterbitkan

pada

Jumlah pemilih perempuan lebih dominan dari laki-laki Foto : net

BANJARMASIN, KPU Banjarmasin usai melakukan proses rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu tahun 2019. Hasilnya, jumlah DPT untuk Banjarmasin sebanyak 423.392 orang. Jumlah ini terdiri laki-laki sebanyak 208.942 pemilih dan perempuan 214.450 pemilih yang tersebar di lima kecamatan dengan 1.870 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua KPU Banjarmasin Khairunnizan mengatakan, sebelum penetapan DPT, KPU telah melaksanakan tahap pemutakhiran data pemilih sesuai dengan petunjuk teknis yang ada.

“DPT ditetapkan setelah melewati beberapa langkah, baik proses penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS), pemutakhiran data, penyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutakhiran (DPSHP), masukan dan tanggapan masyarakat, perbaikan DPSHP, dan penyusunan DPT,” terangnya.

Sementara itu, terkait jumlah pemilih per kecamatan untuk Kecamatan Banjarmasin Tengah jumlah pemilih laki-laki 30.053 orang, pemilih perempuan 31.335 orang, total 61.388 pemilih. (Selengkapnya Lihat Tabel).

DAFTAR PEMILIH LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI BANJARMASIN

KECAMATAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
BANJARMASIN TENGAH 30.053 31.335 61.388
BANJARMASIN UTARA 45.444 46.539 91.083
BANJARMASIN TIMUR 37.768 39.810 77.578
BANJARMASIN SELATAN 51.926 52.197 104.123
BANJARMASIN BARAT 43.751 44.569 88.320

 

Terkait besarnya jumlah pemilih perempuan ini, Arief Budiman PhD, pemerhati Pemasaran & Staf Pengajar MM ULM, dalam salah satu tulisannya yang dimuat di Banjarmasinpost mengatakan, pemilih perempuan tentunya secara perilaku akan berbeda dari pemilih pria.

“Pemilih perempuan dianalogikan adalah silent market karena mereka lebih banyak diam dan tidak terekspose secara baik oleh para Caleg. Kebanyakan para pemilih perempuan adalah ibu rumah tangga,” katanya.

Maka, mereka lebih banyak tinggal di rumah dan sedikit mendapat pengetahuan politik apalagi mengenal para Caleg. Untuk pemilih perempuan yang mempunyai pekerjaan, baik itu sebagai pegawai negeri sipil atau yang bekerja sebagai karyawan swasta masih belum teridentifikasi secara baik oleh para Caleg akan kemana suara mereka nanti.

Selain itu, pemilih perempuan juga akan memerlukan kelompok acuan dalam menetukan pilihannya. Lalu, siapa yang menjadi kelompok acuan tersebut? Apakah suami mereka, teman-teman arisan, pemimpin spritual, guru pengajian atau yang lainnya? “Hal ini menarik untuk diamati dan dikelola karena kelompok acuan para perempuan tersebut akan mempengaruhi pilihan mereka nanti,” ungkapnya.

Pertanyaan selanjutnya yang harus dijawab para Caleg adalah apakah para pemilih perempuan nanti akan memilih Caleg perempuan juga? Ini penting diketahui terutama oleh para Caleg perempuan, karena sejarah Pemilu di Indonsia mencatat persamaan gender belum tentu akan mendulang suara dari kaum yang sama juga. Artinya, pekerjaan ekstra keras harus dilakukan oleh Caleg perempuan untuk merayu kaum hawa untuk memilih mereka nanti.

“Strategi yang perlu dilakukan oleh para Caleg untuk mendekati pemilih perempuan adalah dengan mendekati mereka dengan cara yang lebih personal. Misalnya adalah menghadiri kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para perempuan tersebut. Selain itu, cara efektif lainnya adalah dengan bertatap muka langsung dan bersilaturahmi kepada kelompok-kelompok perempuan tersebut,” terangnya.

Segmen yang potensial dan masih sulit ditebak dalam Pemilu 2014 adalah segmen perempuan karena kondisi perempuan yang jarang terekspose dan terpapar politik. Tugas para Caleg adalah menggali potensi pemilih perempuan dengan lebih seksama dan dengan strategi yang jitu. Selamat mengelola segmen perempuan.(cel/net)

Reporter : Cel/net
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan