Connect with us

HEADLINE

Delapan Desa di Pengaron Tenggelam, Air Sentuh Atap Rumah, Warga Dievakuasi

Diterbitkan

pada

Relawan PMI Kabupaten Banjar mengevakusi warga terdampak banjir di Kecamatan Pengaron, Rabu (12/1/2022). Foto: pmibanjar

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir besar menyusul hujan lebat di bagian hulu Sungai Riam Kiwa pada Selasa (11/1/2022) sekitar pukul 02.00 Wita, menyebabkan Sungai Riam Kiwa meluap tenggelamkan rumah-rumah warga di Kecamatan Pengaron.

Pada Rabu (12/1/2022) sekitar pukul 09.00 Wita, banjir kiriman dari luapan Sungai Riam Kiwa memasuki Kecamatan Pengaron dan menyebabkan beberapa kawasan permukiman penduduk terendam banjir.

Relawan PMI Kabupaten Banjar, Subhan mengatakan, ketinggian air sudah sampai ke atas atap rumah warga dan beberapa warga sudah mulai dievakuasi.



 

 

“Ketinggian air bervariasi dari 20 sampai 160 Cm, ada yang sudah mencapai sedada orang dewasa,” kata relawan PMI Banjar kepada kanalkalimantan.com.

Baca juga: Luapan Air Sungai di Jalan Tonhar Landasan Ulin Merendam 44 Rumah

Diterangkannya banjir yang terjadi sekarang sama terjadi pada banjir besar pada Januari 2021 lalu.

“Data yang ada di PMI Banjar ada 210 kepala keluarga dan 550 jiwa yang terdampak banjir saat ini,” terangnya.

Hingga saat ini, relawan PMI Kabupaten Banjar masih melakukan evakuasi, serta pengumpulan data bagi warga yang terdampak banjir “Evakuasi sedang berlangsung,” tambahnya.

Baca juga: Per Januari Berlaku Tarif Baru di Pasar Bauntung

Karena terkendala akses ke desa-desa ke seluruhan, dikatakan Subhan pihaknya masih belum bisa memastikan jumlah total berapa warga korban terdampak banjir.

Sementara, akses menuju ke lokasi masih bisa dilewati roda dua dan roda empat.

“Di beberapa lokasi akses menuju lokasi tidak bisa dilewati, bisa namun menggunakan perahu,” tutupnya.

Ditambahkan Subhan, ada 8 desa yang tenggelam menyusul luapan Sungai Riam Kiwa yakni Desa Pengaron, Ati’im, Desa Lobang Baru, Desa Lumpangi, Desa Benteng, Desa Mangkauk, Antaruku dan Lok Tunggul.(kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : bie


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->