Connect with us

HEADLINE

DARURAT KABUT ASAP. 30 Ribu Warga Kalsel Terserang ISPA, Puskesmas Diminta Buka 24 Jam

Diterbitkan

pada

Penderita ISPA di Kalsel melonjak mencapai puluhan ribu saat terjadinya kabut asap saat ini. Foto : net

BANJARBARU, Kabut asap di Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah masuk pada fase membahayakan. Selain menyebabkan sejumlah lakalantas, terganggunya proses belajar di sekolah, dan tertundanya jadwal penerbangan di bandara Syamsudin Noor lantaran terbatasnya jarak pandang, fenomena tahunan ini juga menyebabkan puluhan ribu warga mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muslim, memaparkan sedikitnya sudah ada 30 ribu warga Kalsel yang kesehatannya terganggu. Mulai dari terserang Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), hingga batuk dan radang tenggorokan.

Jumlah tersebut di akumulasi dari data yang dihimpun dari 13 kabupaten/kota selama Januari-September 2019. Muslim mengatakan, angka itu meningkat dibandingkan tahun lalu, seiring kian masifnya kabut asap akibat karhutla. “Kalau kita akumulasikan dari bulan Januari sampai saat ini sudah ada 30 ribuan warga,” ujarnya.

Wilayah penyumbang tertinggi angka penyakit akibat kabut asap, di antaranya Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru. (Baca : #KalselDaruratAsap Terpantau 374 Titik Hotspot, Luas Terbakar 3.461 Ha)

Muslim menambahkan, saat ini kualitas udara di Kalsel cukup memperihatinkan. Ia menghimbau agar warga mengurangi aktifitas di luar rumah. “Kualitas udara kita sudah menghawatirkan, sebaiknya warga mengurangi aktifitas di luar rumah,” ucapnya.

Mengantisipasi bertambahnya penderita ISPA, Dinkes Kalsel sudah membuka pelayanan kesehatan selama 24 jam. “Untuk daerah-daerah yang parah, yang tinggi kasus ISPA, kita minta Puskesmas di sana buka 24 jam,” tutur Muslim.

Sebelumnya, Dinkes juga telah melakukan pembagian masker secara gratis. Muslim mengklaim, hingga saat ini, sudah ada sekitar 50 ribu masker yang dibagikan Dinkes Kalsel kepada warga secara cuma-cuma yang disalurkan melalui dinas kesehatan kabupaten/kota. “Pembagian juga melibatkan LSM (lembaga swadaya masyarakat), di sekolah-sekolah, pondok pesantren, serta dibantu pihak Kepolisian,” imbuhnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan laporkan 374 titik hotspot terpantau di daerah Kalimantan Selatan. Jarak pandang atau visibility di lingkungan Bandara Syamsudin Noor hanya berjarak 0,6 Km.

“Adapun pantauan di kawasan Bandara Syamsudin Noor dilakukan tepat pukul 08.00 Wita. Dengan kecepatan angin tenang,” kata Wahyu, salah seorang operator frekuensi 169.525 di Posko Induk BPBD Kalsel.(Baca : Kabut Asap di Kalimantan, 2 Pesawat Lion Air Kembali ke Bandara Asal)

Cuaca diprediksi berasap dengan suhu mencapai 20 hingga 34 derajat celcius. Dengan kelembapan udara antara 40 hingga 90 persen. Dan kecepatan angin 0 Km/jam dengan arah angin variabel.

Ditambahkan Wahyu data titik hotspot yang terpantau padat hari ini sebanyak 374 titik api. Sementara adapun ispu di Banjarmasin dan Banjarbaru dengan kategori sedang. Dengan peringatan dini di beberapa kabupaten kota di Kalsel nihil.

“Apabila ada informasi tentang kebencanaan bisa saja langsung menghubungi ke kami, dengan data yang lengkap,” pungkasnya.

Baca : Dampak Kabut Asap, Wings Air Batalkan 20 Penerbangan

Sementara itu jika kembali mengintip data dari BPBD Kalsel pada 14 September 2019, jumlah luasan yang terbakar sudah mencapai 3.461,82 hektare dengan jumlah kejadian di seluruh Kalsel mencapai 1.212 kejadian. Adapun 3 daerah rincian terbanyak jumlah karhutla terluas diduduki Kabupaten Tapin dengan 623 hektare, disusul Tanah Laut dengan jumlah 611 hektare dan Kabupaten Banjar 588 hektare. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->