Connect with us

ADV BARITO KUALA

Bupati Bahrul Ilmi Dorong Kolaborasi Tingkatkan Ketahanan Pangan

Diterbitkan

pada


KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN- Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan, H. Bahrul Ilmi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan ketersediaan pangan di Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Hal itu disampaikan Bupati dalam kegiatan Gerakan Tanam Serempak program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) bersama Kementerian Pertanian di Desa Puntik Dalam, Kecamatan Mandastana.

“Kalimantan Selatan, khususnya Batola memiliki lahan pertanian terluas di antara 13 kabupaten. Kami siap berdiskusi maupun membantu demi kemajuan pertanian di daerah kita, agar bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujar H. Bahrul Ilmi.

Bupati menekankan upaya mewujudkan ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah pusat, TNI-Polri, serta masyarakat.

Baca juga: Wabup Kapuas Pimpin Apel Operasi Ketupat Telabang 2026

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung program yang digagas bupati. Ia memastikan TNI siap terlibat langsung mendampingi petani, termasuk dalam optimalisasi penggunaan alat mesin pertanian (alsintan).

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program Cetak Sawah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Gerakan tanam serempak ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, serta masyarakat dalam mendukung visi ketahanan pangan nasional.

Pemkab Batola sendiri menargetkan optimalisasi lahan sawah seluas 1.696 hektare pada tahun 2025/2026. Desa Puntik Dalam menjadi salah satu lokasi prioritas melalui program Optimasi Lahan (Oplah) rawa.

Sebelumnya, kawasan tersebut telah melalui uji coba demonstrasi farming (demfarm) dengan hasil yang cukup menjanjikan. Dengan penggunaan varietas padi unggul, produktivitas lahan ditargetkan mampu mencapai hingga 6 ton per hektare.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kepala Dinas Pertanian, Forkopimcam Mandastana, para penyuluh, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui langkah ini, Bupati Bahrul Ilmi optimistis Barito Kuala mampu berkontribusi besar dalam mewujudkan swasembada pangan nasional di masa mendatang.(www.kanalkalimantan.com/Hms)

Reporter: Hms
Editor: Rdy


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca