Connect with us

Bisnis

BPS: Empat Bandara di Kalsel Terjadi Penurunan Jumlah Penumpang

Diterbitkan

pada

Tingginya harga tiket pesawat menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah penumpang Foto: net

BANJARMASIN, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel kembali merilis jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara di Provinsi Kalsel pada bulan April 2019 lalu.

Hasilnya pada April 2019 lalu jumlah penumpang hanya mencapai 125.326 orang. Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan Maret 2019 terjadi penurunan hingga 4,83 persen, karena pada bulan lalu jumlah penumpang tembus hingga 131.682 orang.

“Bahkan kalau dibandingkan dengan jumlah penumpang yang berangkat pada bulan April 2018 yang mengangkut 172.353 orang, penurunanya tembus hingga diangka 27,29 persen,” ungkap Kepala BPS Kalsel Diah Utami kepada Insan Pers belum lama tadi.

Ada pun untuk penumpang yang berangkat melalui Bandara Utama Syamsudin Noor pada bulan April 2019 sebanyak 116.877 orang, atau terjadi penurunan sebesar 4,25 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang bulan Maret 2019 yang mengangkut 122.065 orang.

Lalu pada Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 4.420 orang atau turun sebesar 7,30 persen. Kemudian untuk Bandara Bersujud Batulicin jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 3.799 orang atau turun sebesar 17,56 persen.

“Sedangkan untuk Bandara Warukin Tanjung jumlah penumpang berangkat pada bulan April 2019 turun sebesar 4,56 persen. Dimana penumpang yang berangkat pada bulan April 2019 berjumlah 230 orang, sedangkan pada bulan Maret 2019 penumpang yang berangkat sebanyak 241 orang,” katanya.

Bahkan bila dibandingkan dengan April Tahun 2018 lalu, penurunan jumlah penumpang pada keempat bandara di Provinsi Kalsel sangat terlihat. Misalnya untuk Syamsudin Noor penurunannya sebesar 27,58 persen, lalu Bandara Gusti Syamsir Alam turun sebesar 22,14 persen, dan yang melalui Bandara Bersujud Batulicin turun sebesar 28,28 persen.

Sementara itu, turunnya tren bepergian masyarakat Provinsi Kalsel dengan menggunakan maskapai penerbangan diakui oleh Sekretaris Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Siti Aisyah lebih disebabkan naiknya harga tiket pesawat rute domestik dan adanya kebijakan bagasi berbayar.

Akibat kebijakan tersebut banyak sekali masyarakat yang menunda untuk berwisata keluar daerah atau pun melakukan mudik lebaran. Kalau pun ada hanya didominasi oleh masyarakat yang bepergian untuk keperluan bisnis dan dinas. “Akibatnya kita pengusaha travel yang paling dirugikan. Karena selain penjualan tiket menjadi berkurang, paket wisata yang kita tawarkan pun juga tidak laku,” imbuhnya.

Sementara itu, berbeda dengan penerbangan, masyarakat yang bepergian dengan kapal laut pada Mei-Juni 2019 malah mengalami kenaikan. Dari data yang dihimpun dilapangan, jumlah pemudik yang berangkat melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin ke Surabaya mulai dari H-15 sampai Hari H mencapai 16.023 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Tahun 2018 lalu yang hanya mencapai 10.409 orang.

Sedangkan untuk jumlah pemudik yang datang dari Surabaya ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mulai H-15 sampai Hari H pada Tahun 2019 ini jumlahnya mencapai 3.018 orang. Angka ini juga jauh lebih besar ketimbang Tahun 2018 lalu yang hanya mencapai 703 orang.

Adapun jumlah pemudik pada Tahun 2019 ini secara keseluruhan, baik yang naik atau turun dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dari H-15 sampai Hari H jumlahnya mencapai 19.041 orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari capaian Tahun lalu yang hanya mencapai 11.112 orang.(arief)

Reporter : Arief
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->