Connect with us

Hukum

BNNK Banjarbaru: Pelajar Rentan Narkoba, Ngelem Masalah Serius Anak-anak

Diterbitkan

pada

Bimtek terkait pengembangan kapasitas & pembinaan masyarakat anti Narkoba di instansi pendidikan. Foto : rico

BANJARBARU, Peredaran narkotika terus menyasar ke seluruh celah di lingkungan masyarakat. Mirisnya lagi, peredarannya pun telah menyasar anak muda yang masih duduk di bangku sekolah. Maka, tidak sedikit pelajar bahkan dari tingkat dasar yang jadi korban penyalahgunaan narkotika.

Kerawanan narkoba di tingkat pelajar pun tak ditampik oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru. Bahkan, wilayah Banjarbaru dan Martapura disebut-sebut salah satu kawasan rawan.

Hak tersebut diungkapkan Kasi Pencegahan dna Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Banjarbaru M Khairani Nor, saat menggelar Bimtek terkait pengembangan kapasitas & pembinaan masyarakat anti Narkoba di instansi pendidikan di Novotel Banjarbaru. 

“Tren penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar masih ada ditemukan beberapa waktu terakhir. Ada dari mereka terindikasi pemakaian yang dikategorikan bahan adiktif, termasuk obat-obat yang bebas di pasaran tapi disalahgunakan,” katanya, Rabu (30/10).

Untuk menangkal makin liarnya peredaran narkotika, BNNK Banjarbaru mengundang guru-guru SLTP di Banjarbaru. Mereka dilatih sebagai penggiat atau penyuluh anti narkoba di lingkungan sekolah. Hal ini, kata Khairani sebagai langkah kongkrit pencegahan peredaran narkoba dari dini di lingkup instansi pendidikan.

Khairani mengatakan untuk pelajar di tingkat SLTP memang tergolong rawan. Sebab, di usia tersebut pelajar masih dalam fase pencarian jati diri.

BNNK Banjarbaru menyiapakan 20 guru dari SMP hingga MTs di Banjarbaru sebagai informan dalam program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) kepada siswa.

Contoh nyata yang kerap didapati di sekolah kata Khairani adalah paparan rokok di kalangan pelajar SLTP. Yang mana dinilainya bahwa rokok merupakan salah satu pintu masuk narkoba.

“Belum lagi ancaman penyalahgunaan lem yang selama ini banyak didapati kasus. Lem ini dijual bebas dan mudah didapat pelajar. Nah hal ini jadi salah satu konsentrasi kita juga, meskipun statusnya legal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kalsel Brigjend Pol Muhammad Aris Purnomo, mengatakan, ancaman lem menjadi masalah yang penting dibicarakan dan diantisipasi.

Dipaparkannya, lem berdampak buruk dan serius terhadap pelajar yang mana dapat berpengaruh terhadap kondisi fisik khususnya bagian pernafasan. 

“Psikis anak juga terganggu yang mana dapat memicu kerusakan otak permanen. Sering, kita menjumpai kalau anak-anak yang ngelem tidak mampu lagi mengingat dan menghafal, daya ingatnya rusak,” cerita Aris.

Perubahan perilaku pun lanjutnya juga marak terjadi kepada anak-anak yang ngelem. Semisal katanya tidak produktif, menyendiri dan malas melakukan sesuatu yang positif.

“Kita pernah mendapati saking akutnya ngelem anak ini tidak mengingat nama orang tuanya bahkan tanggal lahirnya. Nah ini yang sangat bahaya, kerusakan saraf otak,” tegasnya.

Permasalahannya lem masih sangat mudah dijumpai, bahkan statusnya legal. Inilah yang membuat BNN cukup kewalahan dalam mencegah penyalahgunaan lem di kalangan anak-anak.

“Kita sudah pernah menyampaikan ke Dinas Perdagangan dan pemda agar membatasi bahkan melarang penjualan lem kepada anak sekolah. Karena kan lem ini mudah didapat di toko-toko, nah kita minta agar pemilik toko tidak menjualbelikan lem ke anak-anak,” katanya.

Aris juga menyebut jika wilayah yang rawan peredaran narkoba dan termasuk penyalahgunaan lem cenderung di areal yang cukup kumuh. Semisal di Banjarmasin ada Kelayan serta Alalak, dan Banjarbaru di wilayah Cempaka.

“Faktornya itu biasanya karena keretakan rumah tangga, kemiskinan serta lingkungan. Nah ini yang memicu mereka terjun ke sana (narkoba) atau karena dipaksa suatu kelompok tertentu,” bebernya.

Ia pun sangat berharap kalau dalam Bimtek ini dapat dimaksimalkan dalam pencegahan narkoba di kalangan anak-anak. “Karena program P4GN ini harus dilakukan bersama, termasuk guru serta perananan orang tua juga,” pungkasnya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->