Connect with us

Bisnis

BI : Masyarakat Jangan Tukar Uang Baru di Lapak Kaki Lima

Diterbitkan

pada

Purwanto, Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah BI Perwakilan Provinsi Kalsel Foto : Arief Rahman

BANJARMASIN, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalsel mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penukaran uang baru selain di Kas Keliling milik BI maupun di bank pemerintah maupun swasta yang ditunjuk.

Menurut Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah BI Perwakilan Provinsi Kalsel, Purwanto, hal ini penting untuk menghindari kerugian yang diterima oleh masyarakat sendiri jika menukarkan uang baru melalui para pedagang kaki lima yang mulai ramai di berbagai sudut jalan strategis di kota Banjarmasin.

“Kalau membeli di pedagang kaki lima tersebut kami tidak bisa menjamin uang yang ditukarkan semuanya asli. Kemudian masyarakat yang melakukan penukaran tidak bisa menerima nominal uang yang sesuai dengan yang ditukarkannya, karena harus dipotong dengan jasa mereka,” ungkapnya, Jumat (17/5/2019).

Untuk tahun 2019 sendiri BI Perwakilan Provinsi Kalsel menunjuk 33 bank umum dengan 153 counter yang disiapkan di seluruh kabupaten/kota di Kalsel untuk memudahkan masyarakat melakukan penukaran uang tanpa dipungut biaya.

Sedangkan untuk Kas Keliling akan mulai dioperasikan pada tanggal 21-31 Mei 2019 dengan tempat singgah secara bergantian di Taman Kamboja Banjarmasin, halaman Polda Kalsel, halaman Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah 9 Kalimantan, Kantor Gubernur Kalsel, Pemkot Banjarmasin, Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin dan halaman Mako Brimob Polda Kalsel.

“Setiap orang maksimal boleh menukarkan uangnya dengan uang baru sejumlah Rp3,7 juta. Dengan rincian pecahan Rp20.000 sebanyak 100 lembar, pecahan Rp10.000 sebanyak 100 lembar, pecahan Rp5.000 sebanyak 100 lembar dan pecahan Rp2.000 sebanyak 100 lembar,” tambahnya.

Jika masyarakat memiliki uang lusuh, rusak dan sobek dan berencana menukarkannya dengan uang baru. Penukaran sendiri dapat dilakukan langsung di Kantor BI Perwakilan Kalsel tanpa dipungut biaya sepeser pun.

“Kami berharap melalui berbagai upaya yang telah dilakukan tadi, dapat berbanding lurus untuk menekan minat masyarakat dalam menukarkan uangnya di lapak kaki lima dan beralih ke kas keliling atau bank yang telah kami tunjuk,” pungkasnya. (arief)

Reporter : Arief
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->