Connect with us

Kalimantan Barat

Begal di Kubu Raya Sempat Sembunyi Tiga Hari di Hutan Akhirnya Dibekuk

Diterbitkan

pada

Pelaku begal di Kubu Raya dan Pacarnya saat diringkus anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kubu Raya, Jumat (14/1/2022)/Foto:Rabiansyah

KANALKALIMANTAN.COM, PONTIANAK – Sempat membuat resah warga, akhirnya pelaku begal di Desa Arus Deras, AS berhasil diamankan anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kubu Raya, Jumat (14/1/2022).

AS berhasil diringkus usai bersembunyi selama tiga hari di hutan, lantaran semua akses penyebrangan menuju Kota Pontianak telah di jaga ketat oleh petugas kepolisian usai kejadian pada Rabu (12/1/2022).

“Saya melakukan tindakan itu dikarenakan saya dendam dengan bos sawitnya, karna saya pernah nawarkan tanah tapi malah tidak ada jawaban sama sekali, maka dari itu saya nekad melakukan tindakan ini,” ujar AS.

AS mengaku, jika dirinya kenal dengan korban ST sudah lama dan sudah mengetahui jika korban ini sering membawa uang . hal itu, lantara korban merupakan salah satu orang kepercayaan pimpinan di sebuah perusahaan sawit yang menjadi lokasi kejadian.



 

 

Baca juga: Kasus Cabul Dokter R: Diberhentikan Sementara dari ASN, Dinkes Banjarbaru Tak Lapor

“Ini sudah memang saya rencanakan, saya tau kalau ST ni setiap hari pasti ada bawa duit, maka dari itu saya ikuti dari belakang dan setelah di samping saya tendang motornya, kemudian ST sempat melakukan perlawanan tapi ST masuk ke dalam kolam untuk menyelamatkan diri tapi saya pun melemparkan palu ke kepala ST tuh abis tu saye ambil duitnye langsung saye kabur dan memberikan sejumlah uang ini kepada pacar saya,dan bilang awas kalo melapor,” katanya.

Adapun jumlah uang yang dirampas, yakni sebesar Rp74 juta yang kemudian digunakan As untuk kebutuhan pribadi dan sang pacar.

Pelaku Begal di Kubu Raya. Foto:Rabiansyah

Sementara itu NF yang merupakan pacar dari tersangka AS mengaku, jika dirinya diberikan uang dan tiket pesawat serta disuruh melakukan swab untuk pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Saat itu, NF mengaku jika dirinya mengetahui bahwa AS sedang menjadi buronan polisi tetapi. Namun AS mengaku jika hal itu hanya kesalahpahaman. Mendengat perkataan AS, NF kemudian percaya begitu saja, dirinya mengaku tergiur dengan sejumlah uang yang diberikan dan dikatakan AS berasal dari uang tabungan miliknya.

Baca juga: 41,61 Miliar Rupiah Bantuan untuk Bangun SDM Perempuan di Afghanistan

“Saya sempat lihat di media sosial pacar saya kok kenak cari-cari sama polisi, terus saya tanya langsung tetapi pacar saya bilang itu cuman salah paham dan akan diselesaikan, dan setelah memberikan penjelasan dan sejumlah uang pacar saya pun pergi katanya mau nyelesaikan masalah kesalahpahamannya,” terang NF.

Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold Kumontoy menjelaskan, jika sebelumnya Satreskrim Polres Kubu Raya menangkap NF yang merupakan pacar pelaku di sebuah penginapan di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Kamis kemarin (14/1/2022).

“Sebelum ditangkap AS sempat menyuruh NF untuk segera pulang ke kampung halamannya, kemudian tim reskrim Polres Kubu Raya melakukan pencarian dengan cepat, dari situ kita mengamankan pelaku NF, barang bukti sebesar Rp. 12, 8 juta serta tiket perjalanan pulang Pontianak-Jakarta serta tes PCR,” jelas Kapolres.

Kapolres juga mengatakan jika AS sempat melakukan perlawan dan berusaha untuk kabur, maka dari itu dengan terpaksa kami harus melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Untuk kondisi korban sudah mulai sehat dan mulai menjalani masa pemulihan,” tutur Kapolres.

Baca juga: Kalah dari Borneo FC, Barito Putera Terbenam di Zona Degradasi

Atas perbuatannya itu, Kapolres menyatakan AS dikenakan pasal 365 maksimal 9 tahun penjara dengan kasus pencurian dengan kekerasan, sedangkan NF dikenakan pasal 480 maksimal 4 tahun penjara.(Suara.com/Rabiansyah)

Editor : kk


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->