Ambruk Jalan Rp 1,5 M Bertambah, Warga Takut Tiang Listrik Menyusul - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Ambruk Jalan Rp 1,5 M Bertambah, Warga Takut Tiang Listrik Menyusul

Diterbitkan

pada

Longsor jalan beton di Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur yang terus bertambah. Foto : rendy

MARTAPURA, Longsor susulan kembali terjadi jalan ambruk Desa Dalam Pagar Ulu RT 1, Kecamatan Martapura Timur, pada Minggu (23/9) malam, pasca amblas rabu (19/9) lalu.

Ya, setelah sempat ditinjau dan dijanjikan akan mendatangkan tim independen oleh Dinas PUPR Provinsi Kalsel sebagai langkah awal tindak lanjut dan indentifikasi penyebab paska longsornya cor beton di jalan desa tersebut.

Berdasarkan pantauan Kanal Kalimantan, Senin (24/9), jalan ambruk sepanjang 80 meter -proyek senilai Rp 1,5 miliar itu- longsoran semakin parah dan memperihatinkan. Sekadar diketahui proyek penyiringan dengan beton ini rampung tahun 2017, tapi belum sempat diserah terimakan tersebut bertambah longsor susulan sepanjang 40 meter. Tak hanya sampai disitu, akibat dari longsor susulan tersebut, sedikitnya ada 10 buah rumah warga yang nyaris ikut ambruk ke Sungai Martapura.

Menurut Kepala Desa Dalam Pagar Ulu Masudi, longsor susulan tersebut terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wita. Menurut Masudi, meski sudah longsor hingga sekarang jalan tersebut masih dipergunakan warga, terutama akses jalan bagi anak-anak menuju ke sekolah. Pihak desa sangat khawatir sewaktu-waktu akan kembali terjadi longsor susulan.

“Hingga sekarang, masih belum ada penanganan atas musibah longsor ini, kami sangat was-was dengan keadaan yang semakin parah sekarang ini. Apa lagi jalan ini masih digunakan anak-anak ke sekolah, kami berharap agar ada penanganan segera dari pihak terkait,” harapnya.

Ditambahkan Masudi, lokasi jalan yang longsor tersebut semakin dekat dan hanya berjarak seratus meter dengan situs sejarah yaitu rumah kediaman Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dan mushalla Hidayah yang digunakan Datu Kelampayan mengajar.

“Yang kami khawatirkan sekarang tidak hanya rumah warga, namun juga itu ada situs bersejarah kediaman Datu Kelampayan dan musalla Hidayah yang digunakan Datu Kelampayan mengajar, kami masih tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa mengharap agar secepatnya bisa ditangani,” ujar Masudi.

Hal senada juga disampaikan Kaur Desa Dalam Pagar Ulu Bidang Perencanaan Pembangunan Desa Muhammad Saufi, yang berharap adanya solusi dari dinas terkait. Untuk warga yang terkena dampak dari longsor tersebut, Saufi juga mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah berupa bantuan.

“Kondisi jalan di tempat kami semakin hari semakin parah, beberapa hari saja sejak kejadian sekarang panjang ambruknya sudah mencapai sekitar 120 meter, jika terus didiamkan tidak ada tindak lanjut bisa saja menghanyutkan rumah beberapa warga yang tinggal di sini,” ujarnya.

Tak hanya itu, ada sejumlah tiang listrik yang salah satunya sudah kelihatan miring dan dikhawatirkan akan roboh, entah menimpa rumah warga atau malah jatuh ke sungai.

“Banyak tiang listrik, dan ada yang sudah miring, jika tiang listrik itu roboh, bisa mengenai rumah warga atau jatuh ke sungai, bahaya sekali sengatan listriknya,” tandasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalsel M Makmur didampingi Konsultan Pengawas PT Winaya Gawit Hidayat ketika mendatangi lokasi kejadian mengatakan, proyek tersebut rampung pada akhir tahun 2017 dengan menggunakan dana APBD Perubahan dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar.

“Adapun penyebabnya kita masih belum bisa memastikan dan mengetahuinya. Namun sesegeranya kita akan menurunkan tim independen. Apa yang menyebabkan longsornya jalan ini, nanti dari tim itu akan merekomendasikan langkah-langkah penyelesaiannya, mudah-mudahan masalah ini bisa cepat teratasi,” jelasnya.

Dikatakan Makmur, proyek jalan yang mempunyai panjang 400 meter ini sebenarnya adalah proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Banjar sekitar empat atau lima tahun lalu. Kemudian diteruskan oleh Dinas PUPR Kalsel pada akhir tahun 2017. Sedangkan proyek jalan yang amblas ini masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun dan akan ada serah terima di akhir 2018. (rendy)

Reporter: Rendy
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan