Connect with us

HEADLINE

Ada Kasus Pelecehan Seksual dan Kekerasan Verbal di Kampung Purun, Dinas Terkait Acuh

Diterbitkan

pada

KidZone di Kampung Purun, menjadi tempat bermain anak-anak dan pengembangan psikologi anak. Foto: nurul
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Banyaknya kasus kekerasan baik fisik dan verbal terhadap anak-anak di Kampung Purun menjadi latar belakang bagi Retno Sulisetiyani turun ke lapangan. Perempuan yang akrab dipanggil Eno itu kemudian mendirikan KidZone.

Kegiatan itu menjadi wadah untuk anak-anak belajar dan bermain bersama. Melihat fakta terkait anak-anak di Kampung Purun, ia semakin tergerak untuk terus melakukan yang terbaik agar membuat perubahan terhadap karakter anak pinggiran kota.

Eno mengatakan, selain kekerasan verbal yang sering didengarnya, pernah ada beberapa kasus pemukulan bahkan pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di Kampung Purun.

 



 

Baca juga: KidZone di Kampung Purun, Psikologis Anak Jadi Perhatian Eno

“Waktu itu ada anak yang sering dipukul oleh orangtuanya, bahkan sampai dilempar ke danau untuk ditenggelamkan. Beberapa tahun yang lalu ada juga kasus pencabulan kepada seorang anak, tapi sampai sekarang belum ditemukan siapa pelakunya oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Mengenai pemulihan kondisi psikologis anak yang trauma, Eno menyampaikan bahwa ia mendengar dari para orangtua yang sudah menyerah untuk mengobati jiwa anaknya.

“Setelah berlapis kasus itu, saya langsung mendampingi orangtua dan anak untuk ke Dinas Perlindungan Anak terkait. Tapi prosesnya seolah meremehkan kami, seakan psikologis anak yang trauma itu seolah tidak penting,” ucapnya agak kesal.

“Kali kedua mendatangi dinas itu, dikatakan psikolognya tidak ada, selanjutnya dibilang ke luar kota. Padahalkan ke dinas itu butuh waktu dan uang, sedangkan para orangtua jika sehari saja tidak bekerja bingung memikirkan bagaimana makan besok,” kata Eno.

Baca juga: Banjarbaru PPKM Level 4, Ketua PKL Forkamu Berharap Ada Solusi dan Kompensasi bagi Pedagang 

Ia mengungkapkan, saat ini para orangtua di Kampung Purun sudah menyerah untuk berusaha ke psikolog anak. “Mereka sudah capek bolak-balik ke dinas untuk menemui psikolog namun selalu nihil, terus para orang tua ini bilang ke pihak dinas untuk melakukan terapi di rumah saja. Jadi psikolognya saja yang didatangkan ke Kampung Purun, tapi sudah bertahun-bertahun belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Eno memberitahukan, sekarang anak-anak Kampung Purun yang mengalami trauma terhadap kekerasan dan pelecehan seksual itu menjadi agresif dan sangat kasar.

“Mereka bahkan kalau becanda sama temannya bisa bikin anak lain sampai berdarah, usianya ada yang 8 tahun dan kini ada yang bisa merokok juga,” katanya dengan nada miris. (kanalkalimantan.com/nurul)

Reporter : nurul

Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->