HEADLINE
Mugni Alami Trauma Cukup Dalam Akibat Kebakaran di Cempaka
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Cempaka RT10 , Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Jumat (7/8/2020) dini hari alu, selain menyisakan puing bangunan juga menyisakan trauma yang mendalam bagi puluhan korban kebakaran.
Sejumlah korban kebakaran mencoba mencari barang berharga mereka di antara arang dan puing-puing kebakaran. Menggunakan kayu sebagai tongkat mereka mengais reruntuhan. Mencoba menemukan barang berharga milik mereka.
Mugni (60), salah seorang korban kebakaran merasakan trauma yang cukup dalam akibat kejadian itu.
“Saya masih tidak percaya rumah yang saya huni sudah jadi puing. Kobaran api itu begitu cepat menghabiskan rumah saya,”
ujar dia saat ditemui kanalkalimantan.com Sabtu (8/8/2020).

Korban kebakaran di Cempaka mengais di puing kebakaran. Foto: Wahyu
Sementara, Ketua RT10, Ridwan, menyampaikan, setelah kebakaran warganya mencari barang berharga di antara puing-puing bangunan.
“Sampai hari ini masih ada yang melakukan pencarian harta yang masih tersisa di tempat kejadian. Seperti halnya mengumpulkan besi dan tembaga yang nantinya dijual,” jelas dia.
Dia juga menyampaikan sejauh ini warga yang menjadi korban sudah diinapkan ke pihak keluarga untuk tidur dan yang lainnya.
Menurut dia,warga sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah donatur lainnya mengingat bahwa warga dari korban kebakaran ini adalah masyarakat menengah ke bawah yang bekerja sebagai petani.
“Mudahan korban musibah ini bisa cepat mudah terbangun kembali rumahnya karena musibah ini bukanlah kehendak kita,” harap dia.
Seperti diketahui, kebakaran terjadi pada Jumat (7/8/2020) dini hari. Sedikitnya ada 14 rumah warga yang terimbas amukan si jago merah. Bahkan, tak sedikit bangunan rumah yang mengalami kerusakan hingga mencapai 100 persen.
Ada delapan rumah warga yang hangus terbakar secara menyeluruh. Sisanya ada beberapa rumah yang cuma terbakar di bagian teras dan bagian samping. Lalu, ada juga warung yang terbakar.
Pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang. Kendati demikian, diduga api pertama kali muncul berasal dari rumah seorang warga. (kanalkalimantan.com/putra)
Reporter: Putra
Editor: Dhani
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluTata Kelola Sampah di Banjarmasin Masih Buruk, Ini Salah Satu Solusi yang Ditawarkan
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluDaftar Tatung Legendaris yang Tampil di Cap Go Meh Singkawang 2026: Sosok di Balik Ritual Mistis
-
HEADLINE1 hari yang laluDitagih Mahasiswa, Kasus-kasus Polda Kalsel Libatkan Polisi yang Tak Tuntas
-
HEADLINE3 hari yang laluAS-Israel Serang Iran, Ini Dampaknya ke RI
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluPasar Murah Diskoperindag HSU di Desa Tambalang Raya
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluTips Nonton Tatung Singkawang 2026: Lokasi Strategis, Info Parkir, dan Panduan Etika di Bulan Ramadan

