Kota Banjarbaru
Banyak Pedagang Tak Pakai Masker di Zona Merah, DPD PAN Banjarbaru Bagikan Masker
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Di tengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) yang mengharuskan pakai masker saat berkerja di luar rumah, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Banjarbaru tunjukkan kepedulian dengan membagikan ribuan masker di Pasar Ulin Raya, Kecamatan Landasan Ulin, Senin (13/04/2020). Kader partai berlambang matahari ini membagikan masker kain (non-medis) kepada ratusan pedagang.
Dari pantauan Kanalkalimantan.com, aktivitas berbelanja di Pasar Ulin Raya nampak berjalan seperti biasanya. Namun sayangnya, masih banyak pedagang yang tidak mengenakan masker dimana hal tersebut merupakan salah satu upaya antisipasi penyebaran Covid-19.
Dewi (48), salah satu pedagang sayur mengakui, dirinya enggan membeli masker karena harga yang terlalu mahal. Terlebih lagi, pendapatannya dalam beberapa pekan terakhir ini mengalami penurunan dampak Covid-19, membuat dirinya lebih memilih untuk menghemat keuangan.

Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Ulin Raya di tengah wabah corona. foto: rico
“Sebenarnya mau saja beli masker, demi kesehatan juga. Tapi, kalau harganya sampai Rp 10 ribu begitu, lebih baik saya gunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari saya dan anak saya,†akunya.
Ibu dua anak ini mengaku bersyukur mendapatkan masker kain yang diberikan secara cuma-cuma. Baginya, penggunaan masker oleh seluruh pedagang akan lebih membawa suasana yang aman di pasar. Termasuk dalam transaksi jual beli dengan pembeli.
Ketua DPD PAN Banjarbaru Emi Lasari mengungkapkan dari 1.500 masker yang telah disiapkan, 1.000 diantaranya telah dibagikan kepada para pedagang dan tukang ojek pada hari ini. Ia mengaku pemberian masker secara cuma-cuma ini, menyusul ditetapkannya kota Banjarbaru dalam status zona merah Covid-19.
“Kita melihat, pedagang masih sedikit yang menggunakan masker. Padahal pasar ini tempat hilir mudik masyarakat sehingga riskan terjadinya penyebaran Covid-19. Makannya kita berikan masker, minimal membantu memutus mata rantai penularan,†katanya.
Politikus wanita berlatar aktivis 98 ini mengaku sangat memahami kondisi yang dihadapi oleh para pedagang. Dampak Covid-19 yang mempengaruhi ekonomi para pedagang, menurutnya harus secepatnya ditanggulangi oleh Pemko Banjarbaru.
Tidak hanya itu, anggota Komisi III DPRD Banjarbaru juga berupaya mendorong Pemko Banjarbaru untuk mengeluarkan kebijakan terkait mekanisme beraktivitas di pasar. Dalam hal ini, penerapan jarak antar masing-masing pedagang harus segera dilakukan.
“Saya lihat, para pedagang ini masih berdempetan. Kita akan usulkan ke Dinas Perdagangan untuk penerapan jarak antar pedagang. Kita juga mengusulkan tersedianya tempat cuci tangan, yang saat ini masih minim di pasar-pasar yang ada di Banjarbaru. Serta dilakukan penindakan jika ada masyarakat yang bertransaksi tidak memakai masker,†tutur Emi.
Terakhir, Emi berharap seluruh pihak yang memiliki uang lebih dapat menyisihkan untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena permasalahan-permasalahan yang muncul imbas pandemi Covid-19, tidak dapat digantungkan kepada pemerintah saja.
“Ini situasi genting. Kalau ada yang bisa dilakukan, lakukan saja. Banyak sedikit tidak masalah. Sehingga, ini menjadi pemicu gerakan-gerakan yang baik nantinya,†pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : bie
-
HEADLINE3 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
HEADLINE3 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Banjar, Muhammad Zaini Fokus pada Pengaderan dan Pembinaan Anggota
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluMeriahkan Hari Jadi Banjarbaru, PTAM Intan Banjar Promo Pasang Baru dan Aktifkan Kembali
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluSusur Sungai Pembersihan Bantaran Sungai Karet Loktabat Utara
-
Budaya2 hari yang laluPerhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026






