kampus
Inovasi Drum Tungku Sekam Bakar, Uniska Dorong KWT Asoka Olah Media Tanam Organik
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Limbah sekam padi yang selama ini hanya menjadi sisa hasil penggilingan dan sering dibakar secara terbuka ternyata memiliki potensi ekonomi yang besar apabila diolah dengan teknologi yang tepat.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Fakultas Studi Islam Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) menggelar pelatihan dan pendampingan “Difusi Teknologi Tepat Guna Drum Tungku Sekam Bakar Berbasis Ekonomi Sirkular sebagai Usaha Media Tanam Organik Syariah” kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Asoka Banjarbaru.
Kegiatan pendampingan lapangan dilakukan, Selasa (21/7/2026), di KWT Asoka, Jalan Sidorejo, Komplek Berlina Jaya 4, RT 15 RW 02, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Baca juga: “Ecoguard Light Trap” Karya Putra Balangan, Pengusir Hama Tanaman Ramah Lingkungan

Tim PPM Fakultas Studi Islam Uniska MAB menggelar pelatihan dan pendampingan “Difusi Teknologi Tepat Guna Drum Tungku Sekam Bakar kepada KWT Asoka Banjarbaru. Foto: ppm uniska
Program ini diketuai oleh Dr Rozzana Erziaty SP MP CIFA CIWP dengan anggota tim Dr Galuh N Kartika MR Sag MAg, Muhammad Irfansyah ST MT, dan Rahmatul Huda SEI MH.
Ketua Tim PPM, Rozzana Erziaty, menjelaskan, sekam padi masih dipandang sebagai limbah yang kurang bernilai. Melalui teknologi tepat guna drum tungku sekam bakar, sekam dapat diolah menjadi arang sekam berkualitas yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai media tanam organik. “Kami berharap teknologi ini mampu menjadi embrio usaha produktif bagi Kelompok Wanita Tani Asoka Banjarbaru,” ujar Rozzana.
Dalam sesi praktik, peserta memperoleh kesempatan untuk mengoperasikan drum tungku sekam bakar secara langsung. Tim pengabdian memperagakan tahapan pengisian sekam, pengaturan aliran udara, proses karbonisasi, hingga teknik menghasilkan arang sekam berkualitas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku media tanam organik. Seluruh peserta kemudian dilibatkan dalam praktik dan diskusi mengenai peluang pengembangan usaha berbasis syariah.
Baca juga: Pengawasan Keamanan Pangan di SPPG Lampihong

Ketua KWT Asoka Banjarbaru, Ir Hj Yayuk Minto Wahyuningsih MP, mengapresiasi kepada Tim PPM UNISKA atas pendampingan dan transfer teknologi yang diberikan kepada KWT Asoka. “Selama ini kami belum pernah memproduksi arang sekam sebagai media tanam organik. Melalui kegiatan ini kami memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta motivasi untuk mengembangkan usaha baru yang memanfaatkan limbah sekam menjadi produk bernilai ekonomi. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok,” ungkap Yayuk.
Model pemberdayaan ini diharapkan menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular yang mengintegrasikan inovasi teknologi, pemanfaatan limbah pertanian, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis nilai-nilai syariah di Kota Banjarbaru. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
-
PUPR PROV KALSEL1 hari yang laluDinas PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Sungai Lulut yang Amblas
-
HEADLINE2 hari yang laluProtes Pemadaman Listrik Bergilir, Warga Datangi PLN UP3 Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluRespon Keluhan Warga, Ketua DPRD Banjarbaru Panggil PLN Soal Pemadaman Bergilir
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluLomba Desain Sasirangan Pewarna Alam di Mess L Banjarbaru
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluDKISP Banjar Tingkatkan Wawasan ASN Mengenai Standar Keamanan Informasi
-
DPRD Kota Palangka Raya2 hari yang laluWakil Rakyat Palangka Raya Minta Penyediaan Fasum Ramah Disabilitas


