HEADLINE
“Ecoguard Light Trap” Karya Putra Balangan, Pengusir Hama Tanaman Ramah Lingkungan
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Upaya mewujudkan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan terus digencarkan di Kabupaten Balangan.
Salah satu inovasi adalah Ecoguard Light Trap sebuah teknologi pengendalian hama ramah lingkungan, karya putra daerah Balangan, M Rizky Fadillah Zumadi Lubis.
Inovasi ini hadir sebagai solusi efektif untuk mengendalikan hama tanaman tanpa bergantung pada pestisida kimia, sekaligus menekan biaya dan dampak negatif terhadap lingkungan.
Rizky, sang pemilik ide mengatakan, selama ini petani di Balangan masih banyak bergantung pada pestisida kimia untuk mengatasi hama pada komoditas padi, jagung, cabai, sawi, dan tanaman hortikultura lainnya.
Baca juga : Rehabilitasi Mangrove di Takisung, Upaya Melestarikan Ekosistem Pesisir
Selain mahal, penggunaan pestisida berlebihan berpotensi merusak lingkungan, kesehatan, dan keberlanjutan ekosistem pertanian.
“Melihat kondisi tersebut inovasi Ecoguard Light Trap dikembangkan sebagai alternatif pengendalian hama dengan konsep zero chemical,” ujar Rizky.
Rizky menjelaskan, teknologi ini memanfaatkan sifat fototaksis positif serangga dengan menggunakan lampu ultraviolet (UV) untuk menarik hama terbang ke dalam bak penjebak berisi larutan air sabun.
Keunggulannya mandiri energi dengan didukung panel surya sehingga bisa beroperasi tanpa jaringan listrik. Otomatis yang dilengkapi sensor cahaya yang membuat lampu menyala saat malam dan mati saat fajar. Teknologi ini praktis dengan desain sederhana, mudah dipindah, tahan cuaca, dan bisa digunakan untuk berbagai jenis tanaman.
Baca juga : Dinas PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Sungai Lulut yang Amblas
Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
- menggunakan panel surya sehingga dapat beroperasi tanpa listrik PLN,
- memakai sensor cahaya yang menyalakan lampu saat malam dan mematikannya saat fajar,
- memiliki desain sederhana, mudah dipindahkan, tahan cuaca, dan cocok untuk berbagai jenis tanaman.
“Berdasarkan uji lapangan di lahan pertanian, Ecoguard Light Trap mampu menekan populasi hama terbang hingga 60-80 persen. Teknologi ini juga meminimalkan potensi kerugian hasil panen akibat serangan hama yang sebelumnya bisa mencapai 30-50 persen,” beber Rizky.
Selain itu dampak lainnya, teknologi ini terbukti meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi biaya pembelian pestisida, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung praktik pertanian organik dan berkelanjutan.
Dengan harga yang relatif terjangkau, Ecoguard Light Trap diharapkan dapat diakses lebih banyak petani dan menjadi solusi nyata peningkatan produktivitas sektor pertanian di Balangan.
“Selain untuk petani, inovasi ini juga membuka peluang tumbuhnya usaha mikro di bidang teknologi pertanian, menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda, dan memperkuat ketahanan pangan daerah melalui teknologi tepat guna yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Baca juga : DKISP Banjar Tingkatkan Wawasan ASN Mengenai Standar Keamanan Informasi
Inovasi ini lanjutnya, dikembangkan untuk menjawab kebutuhan petani akan pengendalian hama yang efektif dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Ecoguard Light Trap dirancang khusus agar petani memiliki alternatif pengendalian hama yang lebih aman, hemat biaya, dan mudah digunakan.
“Harapan kami, inovasi ini dapat membantu meningkatkan hasil panen, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendorong terwujudnya sistem pertanian berkelanjutan. Kami juga ingin membuktikan bahwa inovasi karya anak daerah mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan daerah,” pungkas Rizky. (Kanalkalimantan.com/sgn)
Reporter: sgn
Editor: bie
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluIni Pemenang Desain Logo dan Tema Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel
-
HEADLINE2 hari yang laluRespon Keluhan Warga, Ketua DPRD Banjarbaru Panggil PLN Soal Pemadaman Bergilir
-
HEADLINE1 hari yang laluProtes Pemadaman Listrik Bergilir, Warga Datangi PLN UP3 Banjarmasin
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluLomba Desain Sasirangan Pewarna Alam di Mess L Banjarbaru
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluSTQ 2026 Kabupaten HSU Berakhir, Aulia Helmi Raih Hadiah Umrah
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluWali Kota Banjarbaru Raih Anugerah Pendidikan PGM Award 2026


