Connect with us

Kabupaten Balangan

Media Belajar “Dinding Kelas Berbicara” dari Tembok Kosong di SDN Lasung Batu 2

Diterbitkan

pada

SDN Lasung Batu 2 menghadirkan inovasi Dikcara (Dinding Kelas Berbicara) upaya menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, edukatif, dan berkarakter. Foto: mcbalangan

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Lingkungan belajar yang nyaman, menarik, dan inspiratif menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Berangkat dari kondisi ruang kelas yang masih didominasi dinding kosong dan tampilan monoton, SDN Lasung Batu 2 menghadirkan inovasi Dikcara alias Dinding Kelas Berbicara sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, edukatif, dan berkarakter.

Inovasi yang digagas oleh Kepala SDN Lasung Batu 2, Akhmad Maidinor ini mengubah dinding-dinding kelas menjadi media pembelajaran visual melalui mural edukatif, kutipan motivasi, nilai-nilai karakter, serta ilustrasi yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan peserta didik.

Baca juga: Tinjau Amblas Jalan Veteran Sungai Lulut, Rosehan Minta Perbaikan Darurat Selesai Tiga Pekan

Kehadiran visual inspiratif tersebut tidak hanya memperindah ruang kelas, tetapi juga menjadi “guru kedua” yang dapat dinikmati siswa setiap hari.

Akhmad Maidinor, mengungkapkan, lahirnya Dikcara berawal dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan belajar yang dinilai belum mampu memberikan stimulasi visual bagi peserta didik.

“Sebagai sekolah dasar di Kecamatan Paringin dengan jumlah siswa yang cukup banyak, SDN Lasung Batu 2 membutuhkan inovasi sederhana namun berdampak besar dalam membangun semangat belajar serta memperkuat pendidikan karakter,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Baca juga: Krisis Air di Pesisir Kabupaten Banjar, Sumur Warga Beruntung Baru Asin

Menurutnya, sebelum diterapkan, pihak sekolah melakukan identifikasi kondisi kelas, diskusi bersama guru, studi referensi media pembelajaran visual, serta berkonsultasi dengan komite sekolah dan orangtua.

“Hasilnya, konsep Dinding Kelas Berbicara mulai diimplementasikan pada tahun 2024 secara kolaboratif bersama guru, alumni, dan pihak yang peduli terhadap pengembangan lingkungan belajar,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, inovasi tersebut memberikan dampak nyata. Suasana kelas menjadi lebih ceria, nyaman, dan menyenangkan. Guru merasakan proses pembelajaran berlangsung lebih kondusif, sementara peserta didik menunjukkan antusiasme lebih tinggi karena belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari lingkungan sekitar.

Baca juga: Bappenas Observasi Lapangan Program Pencegahan dan Penurunan Stunting di Posyandu Desa Malimali

“Keunggulan Dikcara terletak pada kemampuannya memanfaatkan ruang yang sebelumnya tidak produktif menjadi media pembelajaran efektif, sekaligus mendukung implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Desain mural juga disusun tematik agar sesuai perkembangan psikologis siswa di setiap jenjang kelas,” jelasnya.

Kreativitas di tembok sekolah ini bahkan berkembang melampaui SDN Lasung Batu 2. Sejumlah sekolah di Kabupaten Balangan mulai mengadopsi konsep serupa. Bahkan layanan pembuatan mural edukatif kini berkembang sebagai bentuk kolaborasi antarsekolah.

“Hingga saat ini, hampir separuh sekolah di Kabupaten Balangan telah terinspirasi dan memanfaatkan konsep maupun layanan tersebut,” katanya.

Baca juga: HUT ke 69 Kota Palangkaraya, Ini harapan Ketua DPRD Subandi

Dia percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung ketika guru menjelaskan pelajaran di depan kelas. Dinding kelas pun dapat menjadi guru yang selalu hadir setiap hari.

Melalui Dikcara, sekolah menghadirkan ruang belajar yang mampu berbicara kepada anak-anak, menginspirasi mereka untuk bermimpi, menumbuhkan karakter positif, serta memotivasi mereka agar terus belajar dengan penuh semangat.

“Kami mengharapkan melalui Dikcara, SDN Lasung Batu 2 membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu membutuhkan teknologi rumit atau biaya tinggi. Dengan kreativitas, kepemimpinan visioner, dan kolaborasi, ruang kelas dapat bertransformasi menjadi media pembelajaran yang membangun karakter, meningkatkan motivasi, serta menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/sgn)

Reporter: sgn
Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca