Connect with us

DPRD Kota Palangka Raya

Anggota DPRD Palangkaraya Minta Kaji Ulang Pembelian Mesin Pengolah Sampah

Diterbitkan

pada

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangkaraya, Khemal Nasery. Foto: dprdpalangkaraya

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Palangkaraya membeli mesin pengolah sampah seperti insinerator sebagai salah satu prioritas utama masih perlu dikaji ulang.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangkaraya, Khemal Nasery mengatakan, saat ini Pemko tengah menghadapi keterbatasan anggaran dan efisiensi belanja daerah.

“Di tengah kondisi efisiensi anggaran seperti sekarang ini, jangan sampai anggaran dengan nilai besar dibelanjakan untuk sesuatu yang tidak memberikan manfaat maksimal,” ujar Khemal, Senin (26/5/2026).

Khemal berpendapat, pemerintah kota perlu melakukan kajian matang sebelum memutuskan mengenai pengadaan alat pengolah sampah berteknologi tinggi tersebut.

Baca juga: Bank Sampah SDN 3 Kemuning, Siswa Setor Sampah Langsung Masuk Rekening

Menurut Khemal, penggunaan anggaran harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat dan kondisi keuangan daerah saat ini.

“Harus ada perencanaan yang matang, mulai dari efektivitas, biaya operasional, hingga dampaknya terhadap lingkungan,” ucapnya.

Penggunaan mesin insinerator dinilai menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah di Kota Palangkaraya, karena dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Khemal melanjutkan, DPRD mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan sistem pengelolaan sampah. Namun, perlu diingat dalam pengadaan fasilitas baru harus tetap memperhatikan skala prioritas serta kesiapan sumber daya manusia untuk mengoperasikannya.

“Jika setelah dikaji memang dinilai efektif dan sesuai kebutuhan daerah, tentu DPRD akan mendukung, dengan catatan harus transparan, terukur, manfaatnya dirasakan langsung masyarakat dan tidak membebani keuangan daerah,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter: kk
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca