Connect with us

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Program Genting 2026 dan Evaluasi HSU Ceria 2025

Diterbitkan

pada

Wabup HSU Hero Setiawan membuka program Genting evaluasi inovasi HSU Ceria 2025, serta peningkatan keterampilan dokter Puskesmas dan petugas gizi dalam sistem rujukan balita bermasalah gizi secara berjenjang, di Aula Dr KH Idham Chalid. ‎Foto: diskominfohsu

‎KANAILKALIMANTAN.COM, AMUNTAI — Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hero Setiawan menilai persoalan stunting bukan hanya masalah kesehatan semata, melainkan berkaitan erat dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kondisi sosial ekonomi keluarga, pola asuh, sanitasi, hingga akses layanan kesehatan.

‎“Penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tegas Hero Setiawan, saat membuka program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) tahun 2026, evaluasi inovasi HSU Ceria tahun 2025, serta peningkatan keterampilan dokter Puskesmas dan petugas gizi dalam sistem rujukan balita bermasalah gizi secara berjenjang, Rabu (20/5/2026) di Aula Dr KH Idham Chalid.

Iwan Alabio -sapaan Hero Setiawan- menegaskan komitmen Pemkab HSU yang terus mendukung percepatan penurunan stunting melalui berbagai program strategis dan inovatif.

Baca juga: Camat Kapuas Murung Hadiri Pelantikan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kapuas

‎Salah satu inovasi yang dijalankan Pemkab HSU adalah HSU Ceria (Cegah Stunting Bersama) yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.

‎Program tersebut menjadi bentuk penguatan sinergi antara perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, dan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

‎Melalui kegiatan ini juga dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan inovasi HSU Ceria mengukur efektivitas program, mengetahui berbagai tantangan di lapangan, sekaligus menjadi bahan perbaikan agar program ke depan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Pemkab Banjar Serahkan Bantuan kepada Korban Angin Kencang di Gudang Hirang

‎Iwan Alabio mengapresiasi pelaksanaan program Genting yang merupakan salah satu dari lima program Quick Win Kemendukbangga/BKKBN dalam percepatan penurunan stunting.

‎Program tersebut mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu keluarga berisiko stunting melalui dukungan pemenuhan gizi, pendampingan, serta perhatian bersama.

‎“Melalui Gerakan Orangtua Asuh ini, kita ingin memastikan tidak ada anak-anak di Hulu Sungai Utara yang mengalami kekurangan gizi tanpa perhatian dan penanganan. Pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah ataupun tenaga kesehatan semata,” kata Iwan.

‎Selain evaluasi program, kegiatan juga diisi dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dokter puskesmas dan petugas gizi dalam sistem rujukan balita bermasalah gizi secara berjenjang.

Baca juga: Dialog Kebangsaan dan Kerukunan di Kapuas, Merawat Toleransi Menjaga Persatuan

‎Langkah tersebut dinilai strategis agar balita yang mengalami masalah gizi dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terintegrasi.

‎Wabup HSU berharap para dokter dan petugas gizi semakin memahami tata laksana penanganan balita bermasalah gizi, memperkuat koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten HSU demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

‎“Percepatan penurunan stunting harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan konsisten demi mendukung terwujudnya visi HSU Bangkit,” tegasnya.

Baca juga: Dialog Kebangsaan dan Kerukunan di Kapuas, Merawat Toleransi Menjaga Persatuan

‎Wabup HSU berharap seluruh ikhtiar dan pengabdian dalam percepatan penurunan stunting dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan kemajuan daerah.

‎Kegiatan diisi dengan sosialisasi program Genting 2026, HSU Ceria, penguatan monitoring Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, serta pembahasan PKMK bagi balita stunting dan keterampilan penyaringan rujukan oleh dokter puskesmas dan petugas gizi. (Kanalkalimantan.com/dew)

Reporter: dew
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca