Kabupaten Hulu Sungai Utara
Dialog Demokrasi Bahas Penguatan Lembaga Pengawas Pemilu
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar dialog demokrasi membahas penguatan lembaga pengawas Pemilu.
Kegiatan berlangsung di aula Dr KH Idham Chalid, Sabtu (18/10/2025) siang, dihadiri organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, penggiat demokrasi, akademisi, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, dan media massa.
Dialog ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengawasan pemilu yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Ketua Bawaslu HSU, Marfai mengatakan bahwa dalam Pemilucalon legeslatif bahkan presiden akan langsung berhadapan dengan masyarakat yang umumnya melibatkan tim sukses, hal itu tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan gesekan-gesekan.
Baca juga: Haul ke-886 Syeikh Abdul Qadir Al Jilani di Antasan Senor Ilir
Oleh karena itu, perlunya masukan sehingga melalui dialog ini diharapkan didapat beberapa masukan untuk mengatasi segala masalah dan dinamika dalam demokrasi kedepannya.
“Kami berharap dengan keterlibatan semua pihak dalam pengawasan, dan melalui diskusi disini didapatkan beberapa opsi, beberapa pendapat, beberapa hal yang nantinya bisa menguatkan lembaga lembaga pengawasan,” tegasnya.

Dialog ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya penguatan lembaga pengawas pemilu, mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam penguatan lembaga pengawas pemilu, menggali masukan dan rekomendasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan efektivitas pengawasan Pemilu.
Baca juga: Panas Menyengat Disusul Hujan BMKG Kalsel Ungkap Penyebabnya
Sementara saat membuka kegiatan, Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel, Aries Mardiono berharap dialog dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen demokrasi dan pengawasan yang berintegritas.
Dikatakannya, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas Pemilu di masa depan, melalui masukan dan ide yang diberikan oleh masyarakat hingga menghasilkan undang-undang Pemilu yang lebih baik lagi.
Ia menekankan pentingnya edukasi atau pendidikan demokrasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu jauh-jauh hari tidak hanya mendekati masa Pemilu.
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai, Reno Affrian sebagai narasumber, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Ketua Komisi II DRPD RI, Muhammad Rifqinizami Karsayuda, Ketua KPU HSU dan jajaran Bawaslu HSU.
Dalam dialog ini dibahas beberapa isu penting terkait penguatan lembaga pengawas pemilu kedepannya, diantaranya kesiapan regulasi dan mekanisme pengawasan, hingga Koordinasi antar-lembaga dan partisipasi publik dalam pengawasan pemilu. (Kanalkalimantan.com/dew)
Reporter: dew
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluPSN dan Konsesi Perparah Ancaman El Nino di Kawasan Gambut Kalimantan
-
HEADLINE3 hari yang laluJemaah Haji Tertua 102 Tahun dari Kalsel, Mbah Kasrun: Rajin Ibadah
-
Infografis Kanalkalimantan1 hari yang laluTema Hari Kebangkitan Nasional 2026
-
Olahraga3 hari yang laluNadia Atlet Sepak Takraw Banjarmasin Bidik Emas Popda Kalsel
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPantau Progres Capaian Kinerja Fisik dan Keuangan, Pemkab Banjar Gelar Rapat Evaluasi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluAmuntai Utara Kampium Bupati HSU Cup 2026





