Kabupaten Hulu Sungai Utara
Disdikbud HSU Gelar Workshop Koreografi Tari
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Upaya melestarikan seni dan budaya daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar workshop dan pembinaan sumber daya manusia kebudayaan.
Bertema “Koreografi Tarian untuk Anak Usia Dini” kegiatan berlangsung di aula Disdikbud HSU diikuti oleh para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kelompok Bermain (KB) se Kabupaten HSU, Senin (7/7/2025) siang.
Workshop koreografi menghadirkan dua narasumber yakni Merry Yusmida dan Rusyiana. Dua narasumber kompeten ini memberikan materi seputar teknik dasar koreografi yang sesuai untuk anak usia dini, serta pentingnya unsur edukatif dan nilai budaya lokal dalam setiap gerakan tari.
Baca juga: Temuan Benda Asing di Guntung Manggis, Tim Jibom Brimob Polda Kalsel Turun Tangan

Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan sesi praktik langsung bersama narasumber, dan disambut antusias oleh para peserta.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud HSU, Rahmawati, mengatakan, tujuan dari workshop ini adalah agar para guru mampu mengenalkan tarian-tarian tradisional kepada anak-anak didik, khususnya tarian khas daerah seperti tarian Banjar, sehingga mereka tumbuh dengan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Kami ingin guru-guru PAUD dan KB dapat mengajarkan kepada anak-anak kita tarian tradisional, seperti tarian Banjar dan lainnya, agar mereka bisa menjadi generasi penerus pelestari budaya daerah,” kata Rahmawati dalam laporannya.
Baca juga: Kafe Resto Terapung di Sungai Kapuas, Ini Respon Bupati Wiyatno

Sementara itu, Kepala Disdikbud HSU, Rahman Heriadi, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya pengenalan budaya kepada anak usia dini.
“Anak usia dini adalah generasi emas. Di usia inilah karakter dan kecintaan terhadap budaya dapat mulai ditanamkan. Kita punya tanggung jawab membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berjiwa seni, berbudaya, dan berkarakter,” ungkapnya.
Dia berharap para guru dan pelatih tari dapat memperoleh ilmu dan keterampilan baru dalam menciptakan koreografi tari anak yang ceria, sederhana, namun sarat nilai baik, nilai edukatif, budaya, kedisiplinan, maupun kerja sama. (Kanalkalimantan.com/dew)
Reporter: dew
Editor: bie
-
HEADLINE1 hari yang laluJalan Lingkar Palam – Guntung Manggis Akses Baru Antarwilayah di Ibu Kota Kalsel
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Banjarbaru Serahkan 104 Sertipikat Tanah Wakaf
-
OPINI2 hari yang laluRefleksi Kemerdekaan RI, FDM HSU: Harus Dipertahankan dengan Demokrasi Berintegritas Berpihak Rakyat
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluIni Daftar Nama 106 Pejabat Pemkab Kapuas yang Baru Dilantik
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPemkab HSU Bagikan Masker, Bupati Sahrujani: Jaga Kesehatan
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluDuel Seru Pemkab vs TNI-Polisi Pembuka Bupati HSU Cup 2026




