Kota Banjarmasin
Klotok Wisata Susur Sungai Tolak Order Gegara Pulau Sampah
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tumpukan campuran sampah kayu dan lain di bawah jembatan Pasar Lama Banjarmasin menghambat aktivitas hilir mudik transportasi air di Sungai Martapura.
Sampah yang membentuk pulau tak memberikan celah sedikitpun bagi perahu atau klotok lewat.
Kondisi itu sudah terjadi sejak Kamis (30/1/2025) kemarin, dan hingga Jumat (31/1/2025) pagi, tumpukan sampah masih tertahan di antara pondasi jembatan.
Seorang pengemudi klotok, Apul mengaku sudah dua hari dia dan juri mudi lain belum mendapatkan pemasukan dari angkutan wisata susur sungai di Siring 0 kilometer.
Baca juga: Terjebak Dalam Kebakaran, Kakek Jamhuri Meninggal Dunia di Pasar Lama Banjarmasin
Itu akibat tumpukan sampah di bawah jembatan Pasar Lama yang tidak dapat diterobos klotok yang biasa dia kemudikan.
Apul mengatakan akses jembatan Pasar Lama merupakan rute tercepat menuju kawasan wisata Pulau Kembang, Pasar Terapung, Pulau Bakut, dan pusat kuliner Banua Anyar.

“Tidak dapat penghasilan sama sekali dua hari ini, tadi pagi orang mau naik susur sungai ke soto Bang Amat, terpaksa kita tolak,” ujarnya.
Baca juga: BNPB Modifikasi Cuaca di Kalsel, Potensi Hujan Diarahkan Turun ke Laut
Apul mengungkapkan, jika menggunakan jalur alternatif lain jaraknya sangat jauh, dan otomatis harus mengeluarkan biaya BBM yang cukup banyak.
“Kalau memutar sekitar satu jam, bisa nambah sampai 7 liter minyak,” ujarnya.
Sementara itu, petugas kebersihan terlihat masih berjibaku untuk menghanyutkan tumpukan sampah yang tersangkut di bawah jembatan.
Selain menggunakan cara manual, proses pembersihan juga menggunakan kapal pembersih weed harvester.
(Kanalkalimantan.com/rizki)
Reporter: rizki
Editor: bie
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemdes Lamunti Salurkan BLT Dana Desa kepada 12 KPM
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluJemaah Kloter 16 Asal HSU Masuk Karantina, Terbang Sabtu Dini Hari
-
HEADLINE2 hari yang laluNobar “Pesta Babi” di Uniska, PSN Mengancam Ruang Hidup Masyarakat Adat
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluTeknik Jelujur Pewarna Alami SBK Sasirangan di Women Ecopreneurs Market Day Bali
-
kampus2 hari yang laluWasaka Engineering Collective Hidupkan Ruang Kritis Anak Teknik
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluMusancab dan Pendidikan Politik Perkuat Konsolidasi PDI P Kapuas





