HEADLINE
Saksi Hidup Sejarah MTQ Nasional di Kalsel Tahun 1970 dan 2022, Bustami Merasa Jauh Berbeda
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Warga tumpah ruah menyaksikan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX Kalsel cabang lomba tilawah golongan dewasa di halaman Masjid Agung Al Karomah Martapura, Sabtu (15/10/2022) malam.
Satu dari sekian penonton, warga asal Kota Martapura bernama Bustami. Pria berusia 58 tahun ini menjadi saksi sejarah dua perhelatan MTQ Tingkat Nasional yang pernah digelar di Provinsi Kalsel yakni di tahun 1970 dan sekarang di tahun 2022.
Dua kali menjadi saksi hidup bagian sejarah gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pertama dulu itu waktu di Banjarmasin masih kecil bersama orangtua melihat MTQ Nasional tahun 70,” aku Bustami.

Bustami, saksi sejarah dan menyaksikan secara langsung MTQ Tingkat Nasional di Kalsel pada tahun 1970 dan tahun 2022. Foto: ibnu
Baca juga : Gula Batu Itik Khas Amuntai, Paling Dicari di Pameran MTQ Nasional Kalsel Expo 2022
Menurutnya MTQ dulu dibanding sekarang jelas lebih bagus yang sekarang karena seiring berkembangnya zaman.
Diceritakannya, pada waktu perhelatan tahun 1970 itu, MTQ Nasional di Provinsi Kalsel yang dipusatkan di Kota Banjarmasin hanya fokus pada lomba bacaan atau tilawah Al Qur’an saja.
“Aku tahunya yang baca Qur’an saja, sekarang banyak lombanya, lokasinya aja ada 12 yang saat ini,” jelasnya.
Ia menuturkan penonton sekarang memang jauh lebih sedikit daripada MTQ Nasional pada tahun 1970 kala itu.
“Mungkin karena disiarkan di media, dulu kan tidak ada, jadi sekarang mungkin banyak yang nonton dari rumah saja,” tuturnya.
Baca juga : Nantikan Banjarbaru Tempo Dulu di Murdjani, dari Pameran Barang Antik hingga Festival Literasi!
Bustami mengaku sangat antusias dan lebih bersemangat menonton secara langsung ketimbang menyaksikan lewat live streaming di media sosial.
“Lain rasanya kalau datang langsung melihat ke sini, semalam sudah nonton di Kiram, juga di Ponpes Darussalam, pokoknya kalau di Martapura dan Banjarbaru Insyaallah semuanya akan nonton, ini bagus karena menyiarkan agama Islam,” tuntasnya.
Terpisah, salah seorang penonton yang juga pernah dua kali menyaksikan MTQ Tingkat Nasional di Provinsi Kalsel, Johansyah mengatakan ia hadir menyaksikan langsung bersama anak dan menantunya.
“Sengaja datang ke sini (Martapura, red) dari Banjarmasin melihat MTQ Nasional, dulu waktu masih muda, saya dengan ribuan warga lain jalan kaki ke halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin,” ungkapnya.
Diakuinya sekarang penonton memang lebih sedikit, namun semangatnya tidak surut menyambut kemeriahan MTQ Nasional yang diselenggarakan di Provinsi Kalsel ini.(Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE2 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
HEADLINE2 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluLomba Balogo dan Badaku di Lapangan Pahlawan Amuntai
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Pimpin Gerakan Indonesia Asri di Kawasan GOR Pangeran Suryanata
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluSaidi Mansyur Lepas Keberangkatan 360 Calon Haji Asal Kabupaten Banjar
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluMenabung Botol Bekas Jadi Beras dari MARKISSA di SDN 4 Syamsudin Noor






