HEADLINE
Bingung Mendadak Dipecat, Honorer Satpol PP Banjarbaru Ngadu ke DPRD
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang tenaga honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru merasa terzalimi.
Tenaga honorer perempuan ini mengaku dipecat atasan langsung dengan alasan tidak jelas. Kekecewaan disampaikan Noor Maulida Djayanti kepada awak media saat mengadu ke kantor DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (13/9/2022).
Perempuan yang kerap dipanggil Yanti ini mengaku dirinya diberhentikan secara langsung oleh Satpol PP Kota Banjarbaru pada Rabu (7/9/2022) di salah satu ruangan. Sedangkan baru menerima surat pemberhentian pada Selasa (13/9/2022).
Baca juga: Tak Ada Kesepakatan, Ancam Turunkan Penumpang BRT Banjarbakula Koridor 2
Janggalnya, surat pemberhentian tersebut tertulis “Tidak Memperpanjang Kontrak Kerja an. Noor Maulida Djayanti terhitung Mulai Tanggal 1 September 2022”, sedangkan dirinya hingga tanggal 2 hingga 5 September 2022 masih melakukan kegiatan.
“Ulun sudah 4 tahun bekerja sebagai honorer semenjak kepemimpinan almarhum pak Nadjmi, saya hanya ingin minta kejelasan kenapa dipecat,” kata Yanti.
Yanti merupakan tenaga honorer Satpol PP dengan jabatan pengadministrasian umum pada Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Kantor Satpol PP Kota Banjarbaru.
Diakui Yanti dalam perjanjian memang ada jika tidak masuk akan diberhentikan. Namun, dirinya ketika izin menggunakan surat dari dokternya selama 3 hari pada bulan Agustus lalu.
Dia juga merupakan atlet judo berprestasi pada Porprov X Kalsel di Tabalong dengan meraih emas. Bahkan sekarang dirinya sudah masuk Popnas dan Internasional.
“Dibilang dari mereka tidak bisa diperpanjang lagi kontraknya, oleh pihak Sekretaris, Kabid dan Kasi dengan alasan jarang turun, sedangkan selama 2 bulan ulun menjalani terus,” ungkapnya.
“Saya masuk ke Satpol PP dari bidang prestasi atas apresiasi pak Nadjmi dulu pada tahun 2017,” tambahnya.
Dirinya meminta kejelasan kenapa dirinya bisa diberhentikan pada saat pemberkasan PPPK pada September 2022 ini.
Ibu dari Yanti, merasa kaget anak dipecat, setelah selama 4 tahun bekerja di Satpol PP Kota Banjarbaru sembari berlatih judo.
“Kaget, setelah 4 tahun berjuang, tiba-tiba diberhentikan rasa gimana hati orangtua disaat pemberkasan PPPK diberhentikan,” katanya sembari mengeluarkan air mata.
Dirinya hanya bisa berharap bisa kembali bekerja, karena anaknya sering membela Kota Banjarbaru dan mendapatkan prestasi. “Besar harapan, siapa tahu dirinya bisa memperbaiki diri,” harapnya.
Pemberhentian Yanti sendiri ditanda tangani langsung oleh Kepala Satpol Hidayaturahman. (Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE2 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
HEADLINE2 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluDilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Banjar, Muhammad Zaini Fokus pada Pengaderan dan Pembinaan Anggota
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluMeriahkan Hari Jadi Banjarbaru, PTAM Intan Banjar Promo Pasang Baru dan Aktifkan Kembali
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluSusur Sungai Pembersihan Bantaran Sungai Karet Loktabat Utara
-
Budaya1 hari yang laluPerhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026






