HEADLINE
Disiapkan Angkot ke Pasar Bauntung, Ini Rute Perlintasannya
BRT Rencananya Ikut Bergabung, Rekayasa Lalin Perlu Median Jalan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru menyusun skema rekayasa lalu lintas dan sarana transportasi umum masyarakat ke Pasar Bauntung di Jalan RO Ulin, Kecamatan Banjarbaru Selatan.
Bagaimana rute dan terminal tranportasi umum menuju Pasar Bauntung Banjarbaru? dalam hal ini, Kabid Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Banjarbaru, Adi Surya Noor menyebut sebagai trayek C. Trayek ini sendiri meliputi dua rute, yakni trayek C tujuan dan trayek C kembali.
Untuk trayek C tujuan, rutenya meliputi Sub Terminal Idaman atau di bekas Pasar Bauntung lama, Jalan Ahmad Yani ke jalan RO Ulin, ke Pasar Bauntung melintas ke Jalan Trikora dan Cempaka.
Sedangkan, untuk trayek C kembali merupakan rute sebaliknya dari trayek C tujuan. Kita rencananya juga akan meliputi rute di wilayah Amaco dan Karang Anyar.
“Namun skema ini masih akan kaji terus. Karena masih awalan dan pasar juga belum beroperasi secara maksimal. Untuk saat ini kita sediakan 10 unit armada angkutan umum. Satu angkot itu kapasitasnya 12 kursi, untuk tarif jarak dekat 5 ribu rupiah dan jarak jauh menyesuaikan,” jelasnya.
Sementara itu terakit skema rekayasa lalin, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Banjarbaru, Taufik Purwanto, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas yang disiapkan itu telah melalui kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) sejak 2018 silam.
“Dalam hal ini kita memerlukan rambu-rambu lalu lintas, rambu-rambu penyebrangan, hingga titik-titik penjemputan bus. Layanan transportasi juga sudan disiapkan, masuk ke dalam kajian ini,” kata Taufik Purwanto, Rabu (3/3/2021).
Lebih dari itu, Taufik menyebut rekayasa lalu lintas yang disiapkan pihaknya fokus memecah kerawanan kecelakaan. Apalagi, Jalan RO Ulin sebagai akses jalan utama Pasar Bauntung hingga sampai saat ini belum memiliki pembatas atau median jalan.
“Jadi selain rambu-rambu, kita juga membutuhkan median jalan. Rencananya akan kita pasang dari depan kantor Kecamatan Banjarbaru Selatan sampai pertemuan dengan Jalan Ambulung yang arah ke SMPN 5,” bebernya.
Pengadaan seluruh fasilitas sarana yang diperlukan tersebut rencananya akan dialokasikan melalui anggaran belanja tambahan atau APBD Perubahan Banjarbaru. Dalam hal ini, Dishub akan berkerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru.
Terkait akses transportasi bagi masyarakat yang ingin berbelanja di pasar tradisional modern itu, Taufik menyebut untuk saat ini masih berupa angkutan umum. Namun dirinya tak menampik rencana bergabungnya Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula milik Pemprov Kalsel.
“Untuk BRT, kita menyesuaikan kondisi pasar dulu. Kalau pengunjungnya sudah sangat ramai, akan segera kita koordinasikan ke Pemprov Kalsel agar jalur persinggahan BRT bisa diarahkan ke area pasar,” sebutnya.
Disinggung soal bagaimana nasib kelompok transportasi becak dan bentor, Taufik mengaku masih mendata. Termasuk juga menentukan titik lokasi, tempat transportasi tersebut akan mangkal.
“Karena becak dan bentor ini kearifan lokal, tentu kita berdayakan. Tapi sebelum itu kita data dulu jumlah becak dan bentor yang ada. Jangan sampai jumlahnya terus bertambah. Setelah itu baru kita carikan lokasi pakangkalannya,” lugas Taufik. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : Bie
-
HEADLINE2 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
HEADLINE1 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluPemprov Kalsel Gelar Rakor Pembangunan Stadion Internasional
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Serahkan KHBS dan Bantuan Pangan ke Warga Mantangai
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Tinjau Puskesmas di Desa Sakata Bangun




