HEADLINE
Disdik HSU Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Ini Alasannya
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan dimulai awal tahun 2021 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mendapat penundaan dengan batas waktu yang belum ditentukan.
Penundaan itu mengacu pada masih tingginya angka penyebaran Covid-19, serta belum dilakukannya rencana Satgas Covid-19 dan anggota DPRD Kabupaten HSU turun ke sekolah-sekolah mengevaluasi terkait kesiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan.
Surat edaran penundaan PTM oleh Dinas Pendidikan Kabupaten HSU dikeluarkan pada Rabu (30/12/2020) kemarin.
Dalam edaran tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan HSU H Junaidi Gunawan, menyebutkan bahwa keputusan ditundanya PTM ini berdasarkan arahan Bupati HSU dengan memperhatikan penularan Covid-19 yang belum terkendali.

Ditambah dengan adanya kecenderungan peningkatan angka penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi, maka untuk berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19, Pemkab HSU melalui Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran penundaan pembelajaran tatap muka sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
Sebelumnya direncanakan Dinas Pendidikan HSU akan melakukan pembelajaran tatap muka di awal tahun 2021, namun atas pertimbangan kesehatan dibatalkan atau ditunda.
“Memang surat edaran itu berisi penundaan pembelajaran tatap muka, yang mana sebelumnya direncanakan untuk pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2020/2021dilaksanakan secara tatap muka pada 4 Januari 2021,” ujar Plt Kadisdik HSU saat dihubungi Kanalkalimantan.com.
Alasan lain pembatalan PTM, kata Junaidi, lantaran kondisi sampai saat ini belum memungkinkan, ditambah lagi belum ada peninjauan langsung dari Satgas Covid-19 dan anggota DPRD HSU, maka kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut dibatalkan.
“Namun untuk aktifitas pembelajaran tetap dilaksanakan dengan pola pembelajaran jarak jauh yaitu berupa kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) baik secara daring (online) maupun luring (offline),” imbuh Junaidi.
Ia menambahkan, untuk memudahkan koordinasi dan pemantauan siswa dalam melaksanakan BDR, maka guru dan tenaga kependidikan tetap masuk kesatuan kerja masing-masing, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Junaidi berharap kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dan bertanggung jawab dalam institusi pendidikan di HSU visa memahami dan mendukung kebijakan penundaan kegiatan pembelajaran tatap muka ini.
“Kami mengerti dan memahami dengan situasi saat ini, namun kebijakan yang kami lakukan ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk melindungi seluruh warga, saya juga berharap agar orangtua siswa tetap mangawasi dan memantau aktifitas anaknya agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam situasi apapun. Kami memohon maaf sekiranya ada akibat atau dampak dari kebijakan ini,” pungkasnya.(kanalkalimantan.com/dew)
Editor : Bie
-
HEADLINE3 hari yang lalu“Aksi Reset Indonesia” di DPRD Kalsel, Ditinggal Supian HK Tiga Mahasiswa Luka
-
HEADLINE2 hari yang laluDilarang! Petugas Dapati Rice Cooker dan Pemanas Air dari Koper Jemaah Kloter BDJ 01
-
HEADLINE3 hari yang laluHaji 2026: Bandara Syamsudin Noor Siap Terbangkan 6.758 Jemaah
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluGubernur Muhidin Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluAliansi BEM se Kalsel: MBG Rawan Bocor, Pengawasan Minim
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluAksi Sosial Srikandi PLN UIP3B Kalimantan Hidupkan Semangat Kartini






