Connect with us

Bencana

7.483 Jiwa Terdampak Bencana, BPBD Kalsel Siaga hingga April 2019

Diterbitkan

pada

Sejumlah bencana masih mengancam Kalsel pada 2019 Foto: net

BANJARBARU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel merilis hasil rekapitulasi bencana selama Januari-November 2018. Disebutkan, bencana yang terjadi selama kurun tersebut telah menyebabkan 7.483 jiwa atau 3.045 kepala keluarga (KK) terdampak.

Bencana yang terjadi mulai dari banjir, puting beliung, kebakaran hutan lahan, kebakaran permukiman, tanah longsor, orang tenggelam, kebakaran bangunan, pohon tumbang, dan jembatan rusak. Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin seperti dilansir kumparan.com/banjarhits.com.

Tentu saja, data tersebut diperkirakan akan bertambah hingga akhir 2018. Sebab BPBD belum  memasukkan rekapitulasi bulan Desember 2018.

“Jenis bencana kebakaran hutan lahan paling sering melanda Kalsel dengan intensitas 944 kali. Kemudian diikuti bencana kebakaran permukiman 205 kali, bencana kebakaran bangunan 35 kali, bencana banjir 26 kali, bencana puting beliung dan tanah longsong masing-masing 19 kali, bencana pohon tumbang 18 kali, orang tenggelam 12 kali, dan bencana jembatan rusak 2 kali,” terangnya.

Meski demikian, Wahyuddin belum tahu detail berapa angka kerugian materi dan korban tewas atas 1.280 kali bencana ini.

Korban terdampak bencana paling banyak di Kabupaten Tanah Bumbu sepanjang tahun 2018. Dari angka 7.483 jiwa dan 3.045 KK terdampak bencana, Kabupaten Tanah Bumbu mencatatkan 4.582 jiwa dan 2.154 KK yang terdampak bencana periode Januari – November 2018.

Setelah itu, menyusul tiga kabupaten/kota lain di antaranya Kabupaten Balangan dengan 476 jiwa dan 196 KK, Kabupaten Banjar dengan 419 jiwa dan 120 KK, dan Kota Banjarmasin dengan 455 jiwa dan 55 KK. “Rumah rusak total ada 723 unit, rusak berat 269 unit, rusak sedang 130 unit, rusak ringan 77 unit rumah, dan 140 unit rumah terendam,” kata Wahyuddin.

Siaga Bencana

Bercermin dari kondisi yang terjadi pada 2018, BPBD Kalsel menetapkan status siaga bencana banjir, puting beliung, tanah longsor, dan gelombang tinggi pada periode 1 Januari – 31 April 2019. Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin menuturkan status ini diteken setelah tiga kabupaten lebih dulu menetapkan siaga darurat bencana.

Menurut dia, ketiga kabupaten ini yakni Banjar, Barito Kuala, dan Hulu Sungai Selatan. “Status siaga darurat mulai 1 Januari sampai 31 April 2019 untuk provinsi, siaga darurat banjir, puting beliung, dan gelombang pasang. Tiga kabupaten ini sudah ditetapkan pertengahan Desember lalu dan awal Januari 2019,” tegas Wahyuddin dilansir Kumparan.com.

Namun untuk menetapkan status siaga darurat level provinsi, Wahyuddin menunggu minimal ada dua kabupaten lebih dulu dilanda bencana alam dan berstatus siaga darurat. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ia mencatat ketinggian air sudah melewati ambang batas yang memicu banjir. Kejadian serupa melanda sebagian kecamatan di Kabupaten Barito Kuala dan Banjar.

“Di Barito Kuala, Kecamata Jejangkit dan Kuripan permukaan air sudah naik. Di Kabupaten Banjar, Kecamatan Pengaron juga sudah ada bencana. Kabupaten lain menyusul proses, seperti Hulu Sungai Utara, Tapin, Tabalong, dan Balangan. Sekarang (status siaga darurat) dalam proses penandatanganan ke pak gubernur,” katanya.

Pihaknya terus memantau potensi bencana banjir lewat tujuh dari delapan alat early warning system (EWS) yang dipasang di Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Banjar, dan Hulu Sungai Tengah. Wahyuddin mengklaim alat EWS efektif memberi sinyal potensi banjir ke posko pengendalian di kantor BPBD Kalsel. Sayang, satu alat EWS tidak berfungsi karena dicuri yang terpasang di Kabupaten Tanah Bumbu.

Pemasang alat EWS pada 2015, 2016, dan 2017. Ia mengimbau kabupaten/kota se-Kalsel meningkatkan kewaspadaan bencana di tengah peringatan bencana alam. “Sampai sekarang belum ada pengungsian, termasuk kejadian abrasi di pesisir pantai Kabupaten Tanah Laut bikin kaget saja,” katanya.

Di awal tahun 2019, BMKG merilis potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. melanda Kalimantan Selatan. Potensi angin kencang dan hujan lebat di antaranya mengguyur Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Barito Kuala, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru. Adapun prakiraan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter di perairan selatan Kalimantan dan perairan selatan Kotabaru. (dian/kump)

Reporter: dian/kump
Editor: Cell

Bagikan berita ini!
  • 5
    Shares