Kabupaten Banjar
65 Peserta Calon Guru Penggerak di Kabupaten Banjar Ikuti Lokakarya
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA –
Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengingatkan para tenaga pengajar bahwa yantangan di dunia pendidikan yang makin kompleks menuntut guru untuk selalu kuat dalam menghadapinya seperti wilayah geografis dan infrastruktur.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Pendidikan program pendidikan guru penggerak angkatan 9 dengan tema “Menyemai Inspirasi Menuai Perubahan” di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura, Selasa (30/4/2024) pagi.
Dia mengatakan, guru merupakan garda terdepan dalam dunia pendidikan dan kegiatan ini dapat menginspirasi pendidikan di Kabupaten Banjar agar lebih baik lagi.
“Peran para guru yang luar biasa di bidang pendidikan dengan berbagai macam program yang dilaksanakan guru penggerak dengan karya-karya yang beragam menjadi warna pendidikan di Kabupaten Banjar,” ujar Saidi.
Baca juga: Ini Tiga Rekor Muri Sebagai Kado HUT ke-73 Kabupaten Kapuas

Proses transformasi pendidikan lanjut Saidi harus melibatkan berbagai pihak, tidak hanya guru tetapi juga dinas terkait.
Agar pendidikan di Kabupaten Banjar tidak tertinggal dengan daerah lain, selalu update teknologi dengan menggali potensi diri serta didukung pemerintah daerah sehingga dapat dinilai dengan baik sesuai dengan program pemerintah.
Baca juga: Bupati Banjar Buka Temu Teknis Penyuluh Pertanian se Kabupaten Banjar

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Liana Penny menjelaskan, kegiatan lokakarya diikuti 65 peserta calon guru penggerak yang akan dilaksanakan selama dua hari. Sementara pendidikannya akan dilaksanakan selama 6 bulan.
“Sebelum Diklat calon guru penggerak dilakukan dua kali pretes. Pertama membuat tulisan atau makalah, apabila lulus dilakukan lagi tes kedua wawancara atau simulasi mengajar oleh kementerian pendidikan,” jelas dia.
Baca juga: Asa Warga Banjarmasin Timnas Indonesia Masuk Olimpiade Paris 2024

Semua 65 calon guru penggerak adalah guru PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat yang berperan sebagai penggerak, tergerak dan bergerak untuk siswa siswi, teman sejawat dan komunitasnya.
“Lokakarya 7 dilaksanakan selama dua hari mempunyai inovasi yang bagus, terbanyak mengenai literasi dan numerasi sesuai dengan rapor pendidikan di sekolah masing-masing yang harus diperbaiki” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar/kk)
Reporter: kk
Editor: Dhani
-
HEADLINE3 hari yang laluKonflik Agraria: Perjuangan Warga Sidomulyo 1 Pertahankan Tanah dari Aparat Berseragam
-
Hukum2 hari yang laluKetimpangan Relasi Kuasa Negara – Rakyat dalam Sengketa Tanah Sidomulyo 1
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluPemprov Kalsel Serahkan Bantuan Kependidikan Program Paket 13 Kabupaten Kota
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluWacana Asesor Aktivis HAM Jadi Alat Diskriminasi Aktivisme
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara18 jam yang lalu98 Petinju Muda Tampil di Kejurprov Tinju 2026 Amuntai
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluWamendikdasmen RI Hadiri Pencanangan Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar





