Connect with us

Kesehatan

5 Unit Alat Hemodialisis Hadir di RSUD Pambalah Batung

Diterbitkan

pada

Bupati HSU H Abdul Wahid saat mencek alat cuci darah di RSUD Pambalah Batung. Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Meningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, RSUD Pembalah Batung Amuntai siap mengoperasionalkan 5 unit alat hemodialisis -alat cuci darah-. Kehadiran 5 unit alat hemodialisis di RSUD Pambalah Batung diresmikan Bupati HSU Abdul Wahid HK didampingi Direktur RSUD Pambalah Batung Dr H Badrus, pejabat Dinkes Kalsel, Kamis (15/11).

Bupati HSU H Abdul Wahid HK mengatakan, realisasi 5 unit alat cuci darah itu berkat kerja keras dari jajaran di RSUD Pembalah Batung mendapatkan akreditasi bintang lima paripurna.
“Semoga dengan adanya akreditasi paripurna ini bisa menjadi implementasi yang nyata dalam pelayanan masyarakat,” kata Abdul Wahid.

Secara khusus ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada perwakilan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Jawa Timur-Kalimantan atas dukungan dan bantuan melakukan peresmian unit hemodialisis di RSUD Pambalah Batung.

“Dengan adanya unit hemodialisis di RSUD Pambalah Batung Amuntai bisa memenuhi harapan masyarakat HSU yang selama ini berharap adanya pelayanan hemodialisis di rumah sakit kita,” tutur Bupati HSU.
Fasilitas unit hemodialisis di RSUD Pambalah Batung Amuntai dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien yang memerlukan layanan cuci darah. Karena sebelumnya harus melakukan cuci darah ke rumah sakit di Banjarmasin atau di Kabupaten HSS.
“Saat ini dan mulai hari ini pasien yang memerlukan layananan cuci darah sudah bisa dilakukan di RSUD Pambalah Batung Amuntai,” lanjut Wahid.

Karena diharapkan agar jajaran RSUD Pambalah Batung Amuntai bisa memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat atau pasien dengan sebaik baiknya dan semaksimal mungkin dengan SOP dan aturan standar profesi tenaga medis.

Sementara itu, Rudiansyah perwakilan Pernefri Cabang Jawa Timur-Kalimantan mengaku, sangat senang sekali dengan adanya penambahan unit hemodialisis di seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Menurut survey, sekitar 20 sampai 25 pasien dari Kabupaten HSU untuk mendapatkan layanan cuci darah atau hemodialisis harus ke rumah sakit daerah lain seperti Banjarmasin, HSS dan Tabalong. Adanya unit hemodialisis di Kabupaten HSU, pasien di wilayah ini dapat mendapatkan pelayanan kesehatan hemodialisis tak jauh dari tempat tinggal mereka sendiri.
“Kami dari Pernefri mendukung dan membantu, tidak pernah mempersulit, berpatokan dengan standar yang sudah ada agar keselamatan pasien tetap selalu terjaga,” ujar Rudiansyah.
Ia berharap pelayanan unit hemodialisis pada awal tahun sudah mulai terlaksana untuk pelayananan kepada masyarakat. (dew)

Reporter: Dew
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!