Connect with us

Dishut Prov Kalsel

1.000 Bibit Didistribusikan RPH Paramasan untuk Revolusi Hijau

Diterbitkan

pada

Penanaman pohon dilakukan oleh RPH Paramasan untuk mendukung revolusi hijau Foto: dishut

BANJARBARU, Revolusi Hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor terus bergelora.  Ribuan bibit tanaman terus didistribusikan Dinas Kehutanan Kalsel guna mendukung gerakan tersebut. KPH-KPH yang ada di Kalsel yang merupakan UPT Dishut Kalsel terus melakukan kegiatan penanaman di lahan-lahan kritis yang ada di Kalsel.

Dalam upaya mendukung Revolusi Hijau, RPH Paramasan bersama KPH Kayu Tangi melakukan distribusi bibit kemiri sunan sebanyak 500 batang dan jengkol 500 batang.

Kadishut Provinsi Kalsel DR Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP mengatakan, bibit tersebut merupakan bantuan dari PT. Dwima Intiga untuk kegiatan penanaman 5.000 bibit atau 5 Ha per KTH, yang dilaksanakan secara serentak di 3 RPH tanggal 30 Januari 2019.

“Selanjutnya dilakukan pengecekan lokasi yang akan di jadikan kegiatan peneneman serentak di RT. 02 Dusun Inpres Desa Paramasan Atas pada koordinat 25•43’90”, 115•53’249” di KTH Gunung Ambilatu yang siap untuk ditanami,” jelasnya.

Gerakan revolusi hijau merupakan langkah yang cepat dan tepat, dalam rangka mengubah prilaku masyarakat agar selalu menanam pohon demi untuk memulihkan hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Dishut juga melakukan konsolidasi dan pembenahan dengan mengadakan Rapat Konsolidasi Internal Pembangunan Kehutanan Tahun 2019 di Aula Bapelkes Kalsel. Rapat yang dihadiri seluruh Pejabat Dinas Kehutanan beserta UPT dan KPH ini digelar selama 2 hari, 7 – 8 Januari 2019.

Rapat membahas rencana kerja serta target-target yang ingin dicapai selama tahun 2019 ini. Pada kesempatan tersebut Kadishut mengarahkan para pejabat lingkup Dinas Kehutanan tersebut dalam program kerja mereka agar mengedepankan program yang berkaitan dengan Revolusi Hijau.

Diharapkan instruksi dari Kadishut tersebut dapat dijalankan seluruh pejabat beserta staf nya masing-masing, agar optimalisasi kinerja dapat berhasil serta memajukan pembangunan kehutanan di Kalimantan Selatan.

Program Revolusi Hijau yang digalakkan diharapkan mampu merehabilitasi kerusakan lingkungan di wilayah tersebut. Revolusi hijau ditandai dengan penghijauan di sepanjang ruas Jalan Trans-Kalimantan serta rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) mencapai 35.000 hektare per tahun.(rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares