Kesehatan
WASPADA! Virus Corona Varian Delta Lebih Banyak Serang Usia 18 Tahun ke Bawah
KANALKALIMANTANN.COM, JAKARTA– Virus corona varian delta diduga menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Terbaru, Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa varian delta cenderung menyerang pasien di bawah usia 18 tahun atau usia anak.
“Ada kecenderungan varian delta di beberapa rumah sakit menyerang pasien di bawah usia 18 dan ada juga 10 tahun sudah ada yang kena. Itu pengamatan kami dari perbedaan varian baru ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, dikutip dari Antara.
Maxi menjelaskan, bahwa hal itu berdasarkan laporan laporan penelitian Whole Genom Sequencing’ dari Kudus, Jateng yang didominasi oleh kasus varian Delta.
“Di Kudus, DKI sekalipun ada bukti delta di sini, tapi di Kudus hampir semua yang kita periksa varian Delta, umumnya pada daerah yang mengalami lonjakan kasus tajam. Kita lihatnya via sampel genom sequencing yang bisa periksa varian baru,” katanya.
Secara umum, mereka yang terifeksi virus corona varian delta mengalami gejala klinis mulai dari batuk, pilek, demam dan berbaga indikasi lainnya.
“Kalau soal paparan sama semua, karena semua virus melalui droplet dan udara. Jadi orang berpapasan bisa kena tapi memang semua corona virus seperti itu, tapi memang (Delta) penularannya cepat sekali,” katanya.
Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Pasar Martapura: Dipicu Pemalakan Berujung Kematian
Maxi menambahkan selain memiliki kecenderungan menyerang pasien di bawah usia 18 tahun, namun varian ini bisa menyerang semua umur.
“Seperti dulu saat kasus dengue pertama muncul, varian awal dengue hanya pada anak, setelah berkembang sekian tahun juga menyerang dewasa,” katanya.
Maxi menambahkan setiap varian SARS-CoV-2 memiliki spesifikasi masing-masing, namun yang perlu diperhatikan, sekalipun cepat penularannya tapi angka kematian dari varian Delta belum terbukti sangat ganas.
“Tapi tetap saja, kalau nanti terkena dan terbatas fasilitas pelayanannya berarti angka kematian bisa juga terjadi,” katanya.(suara)
Editor: cell
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluAbsensi Digital SITELADAN Mulai Diterapkan, 536 Guru Non ASN di HSU Gunakan Sistem Biometrik
-
HEADLINE3 hari yang laluSepekan Cuaca Kalsel Cerah Berawan, Ada Potensi Hujan Ringan Lokal
-
Kalimantan Selatan23 jam yang laluTPP ASN Pemprov Kalsel Naik 26 hingga 98 Persen
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Halaby: Ketersedian “Piring Makan” Harus Terjaga
-
Budaya3 hari yang laluDitutup Malam Imaji, WSFest 2026 Banjarbaru Dekatkan Sastra dengan Masyarakat
-
HEADLINE2 hari yang laluNakhoda Kapal Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditahan di Polda Kalsel


