Kanal
Warga Was-was Ada Hiu Lebih Besar di Sungai Barito
MARABAHAN, Warga pesisir yang bermukim di sepanjang Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala dibuat khawatir melakukan aktifitas di sungai, menyusul temuan anakan ikan hiu, warga khawatir akan ada hiu susulan yang jauh lebih besar.
Sebelumnya masyarakat di Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola dibuat geger dengan temuan anakan hiu dengan panjang kurang lebih 1 meter berbobot 4 Kg, yang ditemukan nelayan setempat. Hiu ini diperkirakan tersangkut di jala nelayan sehari lamanya, sehingga setelah diangkat dari jala ikan hiu dalam kondisi mati.
“Kami tidak pernah menemui ikan hiu ada di sini, karena sungai di sini air tawar, sementara tidak cocok dengan perairan ikan hiu yang biasanya ada di perairan asin,†kata Zahidi, salah satu nelayan di Ulu Benteng.
Ia pun merasa khawatir, apabila ada hiu dengan bentuk yang lebih besar, mengancam keselamatan warga yang biasa beraktifitas di bantaran sungai.
“Kami di sini kebanyakan beraktifitas di sungai, mulai mandi hingga mencuci baju, kami wasa-was ada hiu yang lebih besar, aplagi anak-anak di sini biasanya setiap sore balumba –mandi berenang- di sungai,†akunya.
Tanggapan serupa juga di utarakan Abdurrahman, kepala kelompok nelayan Jelawat. Mereka takut adanya ikan hiu yang lebih besar berkeliaran di sungai Barito. Mereka biasa menggunakan perahu (kelotok) kecil, bisa saja hiu dengan ukuran besar menghantam kelotok mereka ketika sedang di sungai.
“Perahu kami ukuran kecil, cuma dua kilan dari air saja sudah tenggelam, apabila ada arus yang tinggi, atau dihantam ikan besar, keselamatan kami terancam, takut juga mencari ikan di sungai kalau seperti ini,†ujar Abdurrahman.
Menanggapi masuknya anakan hiu di kawasan sungai Barito, PLT Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barito Suyud Sugiono mengatakan, masyarakat Kaupaten Batola tidak perlu khawatir dengan kehadiran ikan hiu dengan ukuran lebih besar di perairan sungai Barito. Mengingat hiu yang ditemukan oleh nelayan tersebut diperkirakan hanya tersesat, lalu sangkut di jala nelayan warga.
“Saya rasa tidak perlu khawatir dengan temuan ikan hiu, ikan dari perairan asin memang sering masuk di wilayah ini, terlebih pada musim kemarau, walau baru kali ini hiu ditemukan, namun saya menjamin tidak akan ada hiu yang lebih besar berada di sungai ini, karena bukan habitatnya, hiu yang ditemukan nelayan itu hanya tersesat saja,†ujarnya. (rendy)
Editor : Bie
-
Kalimantan Timur2 hari yang lalu9 Tahun di Penjara, Rita Widyasari Pulang Kampung Disambut Warga
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWisuda Santri BKPAKSI Banjarbaru 2026, Ini Kata Wali Kota Lisa Halaby
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluDislautkan Kalsel Hadirkan Gerai Perizinan Kapal Perikanan di Kotabaru
-
HEADLINE3 hari yang laluCatatan Banjir Kalsel 2025 : 94 Ribu Rumah Terendam, 450 Rumah Rusak
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluPenataan Lanskap Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Dipercepat
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluDislautkan Kalsel Serahkan Bantuan Perahu Bermotor untuk Pokmaswas

