Connect with us

HEADLINE

Wapres KH Ma’ruf Amin Launching One Pesantren One Product di Kalsel


Diskop UMKM Kalsel: Baru Beberapa Pesantren Tergabung di OPOP


Diterbitkan

pada

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin melaunching program OPOP di Kalsel di lapangan Murdjani Banjarbaru, Kamis (10/8/2022). Foto: setwapresri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Potensi pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren di Kalimantan Selatan (Kalsel) cukup besar. Namun, hingga saat ini tak banyak pesantren di Kalsel yang bergabung di One Pesantren One Product (OPOP).

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin melaunching program OPOP di Kalsel di lapangan Murdjani Banjarbaru, Kamis (10/8/2022).

Orang nomor dua di Indonesia itu mendukung penuh produk yang dihasilkan pondok pesantren untuk go internasional.

“Kalau saya lihat, ini tinggal mengembangkan embrionya sudah ada,” ujarnya.



 

Baca juga  : Komitmen Layanan Kesehatan, Puskesmas di Balangan Lakukan Reakreditasi

Maka dari itu katanya perlu sinergi semua pihak, baik itu pesantren, Kemenag dan Dinas Koperasi untuk melakukan bimbingan dan pelatihan untuk emanage pesantren menghasilkan produk bermutu.

Terakhir, katanya dalam OPOP ini tidak hanya sebagai istilah saja satu produk satu pesantren. Namun, katanya, pesantren itu minimal mempunyai satu produk.

Wapres berharap produk pesantren dapat menggairahkan pengembangan ekonomi di pesantren dan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat serta mempu mendukung ekonomi Indonesia.

Setidaknya ada 286 pondok pesantren terdata di Provinsi Kalsel, hingga saat ini baru 34 pesantren yang tergabung di OPOP.

 

Baca juga  : Bau Menyengat di SDN 7 Antasan Besar, Diduga Buangan Air Limbah Hotel

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i menyebutkan, hingga saat ini baru 34 yang tergabung dalam program OPOP, sehingga pihaknya terus membuka kesempatan bagi pesantren-pesantren yang ada di Kalsel untuk bergabung di OPOP.

“286 pesantren ini yang terdaftar di Kemenag Kalsel sebenarnya lebih banyak lagi, kita terus buka peluang itu untuk beberapa pesantren, nanti kita sosialisasikan untuk bergabung di OPOP ini,” ujarnya, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya dari yang dilihat dari pesantren yang ada di Jawa Timur (Jatim), pesantren sangat mendukung dalam pemulihan ekonomi.

“Kita akan berkiblat ke Jatim, dimana pesantren ini mendukung ekonomi luar biasa untuk ekspor, kita juga meniru, kebetulan kita tiru ini hampir mirip dengan kita dari bawah, bottom to up, tumbuh dari masyarakat, pasarnya dikembangkan sendiri dan kita kembangkan,” jelasnya.

 

Baca juga  : VIDEO Rok Ayu Ting Ting Robek Saat Nyanyi, Warganet Puji Sikap Wendy Cagur  

Hal ini yang menjadi dasar bagi pesantren di Kalsel untuk mandiri, hingga saat ini kata Rifa’i baru beberapa pondok pesantren yang sudah memulai. Salah satunya pondok pesantren Walisongo di Kota Banjarbaru yang mempunyai tambak budidaya ikan haruan yang menjadi bahan dasar kerupuk.

Saat ini pondok pesantren di Kalsel sudah beberapa menghasilkan produk, diantaranya makanan, pakaian, pupuk, minuman. Ada salah satu pondok pesantren di Amuntai mengembangkan ecoprint, sementara di Walisongo ada tambak haruan.

Diskop UMKM sendiri kata Rifa’i akan bersinergi dengan pesantren dan Kemenag untuk melakukan pembinaan bersama.

“Ini akan saling bersinergi melakukan pelatihan, pembinaan agar menghasilkan produk yang bermutu,” tandasnya.

 

Baca juga  : Jalan Nasional Ruas Asamasam-Batulicin Lambat Ditangani, Ini Penjelasan BPJN

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Nor mengatakan, Kalsel dalam pemulihan ekonomi sangatlah terbantu oleh pelaku UKM.

“Ini sangat dibantu produk-produk UKM dan tentunya yang dihasilkan oleh pesantren juga,” ujarnya.

Paman Birin sapaan akrabnya mengatakan Pemprov Kalsel akan berada bersama pondok pesantren. (Kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->