Connect with us

HEADLINE

‘Tiket’ Gerindra 80% Ditangan, Incumbent Nadjmi-Jaya Bakal Mulus Lewat Jalur Parpol

Diterbitkan

pada

Incumbent Nadjmi-Jaya saat mendaftar di Partai Gerindra tadi siang Foto : rico

BANJARBARU, Sinyal dukungan Partai Gerindra begitu terasa saat pasangan incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan datang mengantarkan berkas sekaligus mendaftarkan diri ke Partai Gerinda, Rabu (6/11) siang.

Datang membawa ratusan relawan pendukungnya, Nadjmi-Jaya disambut hangat jajaran pengurus DPC Gerindra Banjarbaru. Tanpa berlama-lama, kandidat bakal calon (Bacalon) Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru ini menyerahkan berkas formulir pendaftaran dan telah dinyatakan lengkap oleh tim penjaringan partai Gerindra.

Menariknya, terang-terangan Ketua DPC Gerindra Banjarbaru, Syahriani Syahran mengungkapkan partainya siap mendukung pasangan incumbent pada Pilkada Banjarbaru 2020 mendatang. “Saya akui, Gerinda telah memberikan sinyal-sinyal yang menyorot ke pasangan petahana. Saya katakan sebelumnya persentase dukungan Gerindra 60 persen. Tapi sekarang, sudah berubah menjadi 80 persen karena incumbent sudah mendaftar,” katanya disambut tawa para kader DPC Gerindra Banjarbaru dan tim Ndajmi-Jaya.

Ya, memang Syahriani telah bicara blak-blakan terkait sinyal dukungannya kepada pasangan pertahana, saat acara pelantikan Pimpinan DPRD Banjarbaru, Senin (4/11) kemarin. Apalagi, pada hari ini Nadjmi-Jaya menunujukan keseriusan mereka dengan mengantarkan berkas pendaftaran ke Partai Gerindra.

“Hari ini pasangan pertahana menyerahkan berkas dan ini bukti keseriusan mereka mau bergabung dengan Gerindra. Insya Allah nanti, kalau keputusan keluar, saya meminta pasangan pertahana untuk mengenakan baju Gerindra,” lanjutnya.

Lantas, dengan arah dukungan ke petahana apa kandidat lain yang ingin mendaftar masih memiliki peluang?

Syahriani justru menjawabnya dengan santai. Dirinya, menegaskan bahwa DPC Gerindra Banjarbaru tetap akan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh DPP Gerindra.”Kan masih ada 20 persen. Nah itu siapa, silahkan. Sesuai prosedur, bahwa kita tetap akan menerima berkas dari kandidat. Nanti di DPD akan dibahas dan nantinya akan direkomendasikan ke DPP. Kalau sudah ada rekomedasi DPD, biasanya keputusan tidak jauh dari yang diusulan dari DPD. Makanya, 80 persen itu perkiraan saya secara pribadi dan pengalaman,” pungkasnya.

Sementara itu, Bacalon Walikota dam Wakil Walikota Banjarbaru, Nadjmi-Jaya justru tidak ingin besar kepala meski sinyal kuat yang mengisyaratkan dukungan partai Gerindra. Mereka lebih memilih bersabar sembari menunggu Surat Keputusan (SK) DPP Gerindra.

“Ahamdulilah, kalau sinyal yang disampaikan Pak Syahriani tadi. Tentu saja membanggakan kami. Tapi kami menunggu, karena keputusan akhir pada SK dari DPP Gerindra. Makanya  100 persen itu, kalau SK sudah turun,” ujarnya.

Nadjmi mengatakan, pendaftaran ke Gerinda hari ini merupakan bukti keseriusan pasangan Nadjmi-Jaya menjadikan Gerindra sebagai kendaran politik. Dirinya mengatakan penyampaian berkas formuli telah akan dilakukan hampir dua bulan lalu. Namun, karena Gerindra memutuskan untuk membuka pendaftaran di seluruhIindonesia, maka niat tersebut dibatalkan.

“Ini adalah bentuk komitmen, bahwa pasangan petahana menghargai Parpol yang ada. Kami tidak jera dengan partai,” katanya

Nadjmi, mengakui dirinya dan Darmawan Jaya Setiawan sempat merasa tersudut dengan partai mereka sendiri yakni Golkar dan PPP. Yang mana pada Pilwali lima tahun lalu, Nadjmi-Jaya maju lewat jalur indepeden. Namun disaat sudah memiliki cantolan partai, malah dipaksa pindah kendaraan.

Syahriani: Incumbent Penuhi Kreteria Partai

Menurut Syahriani, bukan tanpa alasan Gerindra memberikan sinyal dukungan. Sebab dalam mengusung kandidat, Gerindra memiliki kriteria khusus yakni berpengalaman, berprestasi dan profesional di bidang pemerintahan. Apalagi, mantan bekas mantan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarbaru juga memiliki kedekatan emosional dengan Nadjmi Adhani sebelum jadi Walikota Banjarbaru saat ini.

“Saya kira, saat ini pasangan pertahana yang memenuhi kriteria. Tapi bukan berarti mengecilkan kandidat yang lain. Saya sudah kenal Pak Nadjmi, karena dulu pernah jadi anak buah saya waktu jadi Camat. Saya tahu persis dan kita rasakan bahwa pasangan pertahana sesuai dengan kriteria,” akunya.

Gerindra sendiri siap membentuk koalisi dengan partai lain untuk memenangkan pasangan petahana. Meskipun sebenarnya dengan perolehan 6 kursi pada pileg 2019 kemarin, Gerindra sudah cukup membawa Nadjmi-Jaya di jalur Parpol.

Walhasil, dengan sinyal dukungan Gerindra ini maka incumbent Nadjmi-Jaya kemungkinan besar bisa melaju melalui jalur parpol. Berbekal dukungan 6 kursi Gerindra, ditambah 4 kursi Nasdem, maka saat ini petahana mengantongi 10 kursi. Jumlah tersebut lebih dari cukup sebagai syarat bagi Nadjmi-Jaya untuk mendaftar ke KPU sebagai calon walikota-wakil walikota melalui jalur parpol.

Sebagaimana diketahui, sinyal dukungan Nasdem sebelunya juga didapat Nadjmi-Jaya dari Ketua Umum Surya Paloh. Pertemuan yang berlangsung di kantor DPP Nasdem tersebut berlangsung Jumat (25/10) lalu. Surya Paloh nampak memberikan apresiasi terhadap calon incumbent ini dengan ungkapan pelukan kepada Nadjmi-Jaya.

Ia mengatakan, Surya Paloh juga menyampaikan bahwa Nasdem membuka pintu lebar bagi dirinya untuk menatap Pilwali Banjarbaru 2020 mendatang. Sebelumnya, Nadjmi-Jaya telah mengantarkan formulir perdaftaran ke DPD Partai Nasdem Banjarbaru, Rabu (9/10) siang.

Selain kedua parpol tersebut, tak menutup kemungkinan PKS juga akan bergabung ke Nadjmi-Jaya. Apalagi, sebelumnya kedua pasangan tersebut juga telah mendaftar ke partai yang juga menjadi koalisi bersama Gerindra di Pilpres 2019 lalu. PKS yang memiliki 2 kursi di DPRD Banjarbaru, akan menambah amunisi bagi Nadjmi-Jaya.

Meski suara parpol cukup signifikan, namun di Pilkada nanti bukan berarti akan menentukan segalanya. Pilihan utama masih ada ditangan pemilih. Beberapa faktor juga mempengaruhi, terutama menyangkut personifikasi kandidat dan visi misi yang diusungnya.

Merujuk pada hasil survei Indikator Politik Indonesia beberapa waktu lalu yang mengupas sejumlah aspek elektoral di Pilkada Banjarbaru (meliputi popularitas, aspek kinerja, efek elektoral, dan lainnya), secara umum masih memposisikan incumbent masih di atas penantang. Hal tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan Indikator pada tanggal 4-9 Oktober 2019.

Dari hasil survei, petahana Nadjmi Adhani merupakan tokoh dengan popularitas paling tinggi, hampir semua pemilih tahu Nadjmi Adhani, 94%. Kemudian Aditya Mufti Ariffin, namanya sudah dikenal oleh sekitar 82% pemilih Kota Banjarbaru. Dan Darmawan Jaya Setiawan, Wakil Walikota petahana ini juga sudah cukup populer di kalangan pemilih, 68%. Sementara nama lain popularitasnya masih jauh lebih rendah, secara umum baru sekitar 20% atau lebih rendah.

Selain paling populer, Nadjmi Adhani juga memiliki tingkat kedisukaan paling tinggi di antara pemilih yang mengenal masing-masing nama. Sekitar 83% pemilih yang mengenal sekaligus suka kepada Nadjmi Adhani. Darmawan Jaya Setiawan disuka oleh 75% yang mengenalnya, dan Aditya Mufti Ariffin disuka oleh sekitar 69% pemilih yang mengenalnya.

Kedua petahana memiliki tingkat kedisukaan yang cenderung tinggi karena memiliki citra kepemimpinan yang cenderung positif di mata publik. Hal ini terutama karena didorong oleh evaluasi publik atas kinerja kepemimpinannya di Kota Banjarbaru yang juga positif. Pelaksanaan pemerintahan dan kondisi perekonomian cenderung dinilai positif oleh publik.

“Di antara warga yang bisa menilai, pemerintahan Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan pasangan Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan dinilai cukup bersih dari praktek korupsi dan suap,” kata Burhanuddin.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->