HEADLINE
Tingkat Partisipasi Pemilih di Banjarbaru Mencapai 86%
BANJARBARU, Hasil evaluasi KPU Banjarbaru, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 untuk setiap kecamatan kali ini mencapai 86.3%. Tingkat partisipasi pada Kecamatan Cempaka menjadi yang tertinggi bila dibandingkan dengan kecamatan lainnya.
Komisioner KPU Kota Banjarbaru Wahyu NZ mengatakan, jika dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu, tingkat partisipasi pada Pemilu 2019 ini memang mengalami peningkatan. Penghitungan tingkat partisipasi di Kota Banjarbaru menggunakan dua metode, yakni terkait dengan pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus. “Untuk penghitungan tingkat partisipasi, khususnya terkait dengan pemilih DPK, coba kita bandingkan antara memasukkan DPK sebagai faktor pembagi dan tidak memasukkan DPK sebagai faktor pembagi,†urainya.
“Jika DPK tidak dimasukkan sebagai faktor pembagi, maka hal tersebut dengan asumsi bahwa pemilih DPK yang notabene tidak termasuk dalam DPT itu adalah yang benar-benar berpartisipasi, sekalipun tidak termasuk dalam daftar pemilih Pemilu 2019,†tambah Wahyu.
Dijelaskan pula, jika DPK turut diperhitungkan sebagai faktor pembagi, maka tingkat partisipasi pemilih di Kota Banjarbaru yang tertinggi akan mencapai 82.6% untuk kecamatan Cempaka, dan 79% untuk Banjarbaru Utara. “Itu adalah dua tingkat partisipasi tertinggi untuk seluruh kecamatan di Kota Banjarbaru,†katanya.
Sebelumnya disebutkan, Pemilu 2019 memunculkan konfigrasi kekuatan baru di lembaga legislatif. Sejumlah partai politik (Parpol) diprediksi akan kehilangan dominasinya di dewan, untuk digantikan wajah wajah baru. Termasuk pergeseran kursi Ketua Dewan yang menjadi simbol prestise kekuatan parpol di daerah.
Dari hasil rekapitulasi suara tingkat kecamatan di Banjarbaru, perubahan peta kekuatan ini terjadi pada sejumlah partai dengan jumlah suara besar. Seperti halnya Partai Golkar, Gerindra, PDIP, PPP, dan sejumlah partai lainnya. Bahkan, menyusul saudaranya di DPRD Banjarmasin, tak menutup kemungkinan jika Golkar Banjarbaru juga akan meninggalkan tahta kekuasaan pimpinan dewan digantikan Partai Gerindra.
Efek ekor jas (coat tail effect) Pilpres, harus diakui ikut melambungkan parpol pengusung yang kebetulan menjadi pemenang di daerah. Seperti halnya Kalsel, keunggulan pasangan Capres 02 Prabowo-Sandi, ikut melambungkan perolehan suara parpol penyokong seperti Gerindra dan PKS. (rico)
Editor: Chell
-
HEADLINE3 hari yang laluDilarang! Petugas Dapati Rice Cooker dan Pemanas Air dari Koper Jemaah Kloter BDJ 01
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluGubernur Muhidin Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin
-
HEADLINE1 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Pimpin Gerakan Indonesia Asri di Kawasan GOR Pangeran Suryanata
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluLomba Balogo dan Badaku di Lapangan Pahlawan Amuntai
-
PLN UIP3B KALIMANTAN3 hari yang laluAksi Sosial Srikandi PLN UIP3B Kalimantan Hidupkan Semangat Kartini






