Connect with us

HEADLINE

Terbuka ‘Jalur Khusus’ Aditya-Iwansyah Raih Sokongan Nasdem di Pilkada Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Pasangan penantang Aditya-Iwansyah mendaftar di Partai Nasdem Kalsel Foto: ist

BANJARBARU, Tarik-menarik dukungan parpol terus berlangsung di Pilkada Banjarbaru. Suara Partai Nasdem yang sebelumnya diklaim condong ke incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan, nyatanya belum final.

Terbukanya ‘jalur khusus’ bagi penantang yang mendaftar di partai besutan Surya Paloh melalui DPW Nasdem Kalsel, bisa mengubah cerita di Pilkada Banjarbaru.

Langkah DPW Nasdem yang membuka pintu lebar bagi Aditya-Iwansyah memiliki arti khusus. Meski sebelumnya DPC Nasdem Banjarbaru sudah mengunci pintu pendaftaran, lantaran habisnya masa penyerahan berkas pada tanggal 23 Oktober lalu. Hingga, pada deadline terakhir masa pendaftaran di Nasdem Banjarbaru, hanya muncul 2 bakal pasangan calon dan 1 calon. Yakni Dr Abdul Halim, pasangan petahana Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya, dan pasangan Edy Syaifuddin-Astina Zuraida.

Ketiadaan nama pasangan Aditya-Iwansyah pada list pendaftaran, sempat memunculkan spekulasi bahwa kubu penantang tak melirik Nasdem. Namun senyatanya, duet yang mengusung jargon Banjarbaru Juara ini justru sebaliknya. Mereka menganggap Nasdem memiliki posisi strategis hingga harus dilibatkan dalam koalisi besar di Pilkada 2020 nanti.

Maka itu, Aditya-Iwansyah membuat gebrakan mengejutkan! Ia mendobrak pintu pendaftaran melalui jalur khusus di DPW Partai Nasdem Kalsel, Rabu (27/11) pukul 12.00 Wita. Berkas formulir pendaftaran keduanya bahkan disambut hangat oleh Ketua DPW Partai Nasdem Kalsel Guntur Perwira dan petinggi partai lainnya.

Aditya mengakui jika dirinya memang terlambat mengantarkan berkas formulir pendaftaran ke DPC Nasdem Banjarbaru lantaran kegiatan yang padat. Terkait pendaftarannya di DPW Nasdem Kalsel, Aditya menganggap langkah tersebut bukanlah sesuatu yang kontroversial. Sebab, peluang pendataran ini merupakan infromasi dari pengurus Nasdem sendiri.

“Jadi informasi ini kita dapatkan dari pengurus Nasdem, berkaitan dengan pengembalian berkas. Ternyata di DPW Nasdem Kalsel masih menerima dan hari ini kita antar berkas formulir pendaftarannya,” katanya.

Hal ini pula yang membuat Aditya enggan mengangkat ‘bendera putih’ untuk mendapatkan sokongan 4 kursi Nasdem. “Ya semuanya bisa saja berubah. Kita liat saja kedepannya. Yang jelas kita memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan dukungan dari Nasdem,” katanya.

Dijelaskan Aditya alasan mengapa dirinya “ngotot” untuk mendaftar, lantaran partai Nasdem merupakan salah satu partai besar di Kota Banjarbaru. Oleh karenanya, Aditya berharap partai Nasdem dapat bergabung dan menjadi kendaraan politiknya untuk memenangkan Pilwali Banjarbaru tahun 2020.

“Partai Nasdem di Banjarbaru adalah salah satu partai yang besar. Memiliki kader yang banyak dan simpatisan juga banyak. Sehingga kami ingin Nasdem bergabung dengan kami untuk membangun Banjarbaru kedepan,” harapnya.

Dan tentu saja, masuknya lamaran Aditya-Iwansyah di Nasdem akan membuat cerita perebutan rekomendasi DPP tak semudah ditebak pada babak sebelumnya. Sebab, bagaimanapun kedua kandidat ini tentunya akan menjadi perhatian khusus juga bagi DPP.

“Politik pada dasarnya akan selalu dinamis. Sebelum ada bukti surat DPP yang menyatakan dukungan ke salah satu calon, tentu berbagai peluang masih akan sangat terbuka lebar,” kata Ketua DPW Nasdem Guntur Prawira.

Guntur mengatakan, berkas pasangan Aditya-Iwansyah telah lengkap. Disebutnya, berkas ini nantinya akan didistribusikan ke tingkat DPP Partai Nasdem. “Iya sudah lengkap (berkasnya). Kita di DPW akan meneruskan ke DPP,” jawabnya.

Terkait keputusan tingkat DPW yang menerima pasangan Aditya-Iwansyah untuk melamar parpolnya. Menurut Guntur bahwa di peraturan organisasi partai, bahwa pasangan yang masih mau mendaftar di DPW akan diterima. “Batas waktu pendaftaran di DPD atau DPW Kalsel memang sudah berakhir. Tapi kalau masih ada yang mau (mendaftar), maka DPW akan meneruskannya ke DPP,” pungkasnya.

Jika nanti terbukti Nasdem beralih dukungan ke Aditya-Iwansyah, maka parpol penyokong penantang di Pilkada Banjarbaru ini tentunnya akan semakin besar. Selian PPP, Partai Golkar, dan PDIP yang sudah positif, partai lain seperti PKB, PAN, PKS, pun memiliki kecenderungan yang sama. Sehingga, berbekal koalisi besar parpol ini, pasangan Aditya-Iwansyah memiliki kekuatan besar yang bisa mengancam incumbent Nadjmi-Jaya.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chel

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->