Connect with us

Kota Banjarbaru

SMPN 14 Banjarbaru Perketat Terima Paket MBG

Diterbitkan

pada

Pelaksanaan MBG di SMPN 14 Banjarbaru, usai ditinjau Kemenkeu bersama SPPG Kota Banjarbaru Senin (1/12/2025). Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sekolah se Kota Banjarbaru memperketat penerimaan penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa mereka.

Upaya meminimalisir kejadian menonjol yang sebelumnya muncul dari program prioritas pemerintah pusat ini.

Salah satunya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Kota Banjarbaru. Kepala SMPN 14 Banjarbaru, Aidil Abdi Rachman mengatakan, ia bersama Kepala Sekolah se Banjarbaru telah dibekali pembelajaran manajemen sekolah dalam penyaluran MBG ke siswa-siswinya.

Baca juga: Tim Kemenkeu Pantau Penyaluran MBG di SMPN 14 Banjarbaru

“Kami sudah belajar kemarin Kepala Sekolah se-Banjarbaru, maka itu yang kami adopsi mulai dari administrasinya, manajemen sebelum MBG itu datang dari dapur,” ujar Aidil Abdi Rachman saat diwawancarai ketika menerima kunjungan Tim Kementerian Keuangan RI, Senin (1/12/2025).

Pendistribusi paket MBG ke siswa-siswi, para guru berkontribusi memastikan agar paket makanan yang dibagikan dalam kondisi layak dan aman.

“Kalau evaluasi masih ada. Mungkin tadi ada anak-anak yang minta tambahan nasi. Tapi tadi saya ngomong jangan diplesetkan lah, kepanjangan MBG jadi menambah beban guru,” ungkapnya.

Baca juga: Tiga Program Unggulan Heigel – Lina Jika Terpilih Pimpin BEM ULM

Dia menyebutkan 482 peserta didik dari 15 kelas di SMPN 14 Banjarbaru menjadi penerima manfaat MBG ini.

Sementara itu selama ini diakuinya belum ada laporan dari orangtua yang mengeluhkan anaknya terdampak MBG, khususnya anak yang memiliki alergi makanan.

“Biasanya kawan-kawan di sekolah mendeteksi, kalau ada yang alergi atau bermasalah dengan makanan, biasanya lapor ke sekolah,” imbuh dia.

Baca juga: Perkelahian Maut di Pumpung Cempaka Diawali Ketersinggungan

Demi memperketat penyaluran paket makanan pula, ia bersama guru-guru bahkan melakukan pemeriksaan makanan tidak hanya berhenti pada taster, namun memeriksa ompreng yang dibagikan ke anak-anak.

“Biasanya taster yang disediakan tidak pakai, tetapi dicek yang di dalam box itu. Kalau tester yang disediakan biasanya lebih bagus maka inisiatif saya sendiri, tim memeriksa yang dalam boxnya apakah sudah layak dan aman dikonsumsi anak-anak,” tegasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca