Connect with us

HEADLINE

Sidang Perdana, JPU Dakwa Iwan dan Andi dengan Pasal Berlapis!

Diterbitkan

pada

Sidang perdana atas terdakwa Iwan Rusmali dan Andi Effendi di PN Tipikor Banjarmasin. Foto: net

BANJARMASIN, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa terdakwa mantan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali dan mantan Ketua Pansus Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih Andi Effendi dengan Pasal 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Hal tersebut sebagaimana disampaikan tim Jpu saat sidang perdana kasus korupsi PDAM Bandarmasih jilid II, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Banjarmasin, Selasa (6/2).

Tim Jaksa KPK Ali Fikri mengatakan, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, pihaknya mendakwa tiga pasal terhadap dua terdakwa Iwan Rusmali dan Andi Effendi. Dakwaan pertama adalah Pasal 12 huruf A yang berbunyi “Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya”.

Sedangkan dakwaan kedua Pasal 12 huruf B berbunyi “Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya”.



Untuk ancaman pidana pasal ini, kata Ali, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000 dan paling banyak Rp1.000.000.000.

Sementara untuk dakwaan ketiga Pasal 11 Undang-Undang Tipikor, terdakwa terancam pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 250.000.000.

Ali mengungkapkan, pada sidang berikutnya yang dijadwalkan Selasa (13/2) depan, pihaknya akan menghadirkan sekitar lima atau enam saksi.

“Untuk perkara ini, ada sekitar 20 sampai 30 saksi yang sudah diperiksa penyidik, namun untuk dihadirkan di persidangan tentu masih kami verifikasi lagi sesuai kebutuhan pembuktian saja,” jelasnya.

Sementara itu kuasa hukum Iwan, mengaku jika tim pengacara akan konsen ketika sidang pemeriksaan saksi. “Jadi benar apa tidak dakwaan JPU nanti kita lihat di persidangan berikutnya, kalau kami sebagai kuasa hukum tentu dakwaannya ada yang tidak tepat,” ujarnya.


Laman: 1 2

iklan

Disarankan Untuk Anda

<

Paling Banyak Dibaca

-->