Connect with us

HEADLINE

Siaga Banjir! BMKG Prediksi 3 Hari ke Depan Kalsel Masih Potensi Hujan

Diterbitkan

pada

Banjir di Kabupaten Balangan akibat luapan sungai Balangan pada Sabtu (8/2/2020). foto: bpbd balangan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kalsel mengakibatkan banjir di sejumlah kabupaten.

Analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor menyebut, wilayah yang sering hujan antara lain Kalsel bagian utara (Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara), Barat (Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Batola, Tapin), dan Timur (Tanah Bumbu, Kotabaru).

Sedangkan dari analisis meteorologi, kelembaban udara di lapisan 850 milibar dan 700 milibar dan 500 milibar menunjukkan nilai yang cukup tinggi (90-100 persen).

“Kondisi ini menandakan kandungan uap air di wilayah Kalimantan Selatan cukup besar untuk proses pertumbuhan awan-awan konvektif (cumulonimbus) yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang,” kata Forecaster on Duty Utari Randiana kepada Kanalkalimantan.com di Banjarbaru, Minggu (9/2/2020) petang.

Selain itu, adanya siklon tropis DAMIEN di perairan barat Australia yang mengakibatkan pola pertemuan angin (konvergen) di wilayah Kalimantan Selatan yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif.

Banjir yang terjadi di Kabupaten Balangan pada Sabtu (8/2/2020). foto: bpbd balangan

Utari menerangkan, kriteria hujan perjam yang terjadi pada tanggal 5 hingga 7 Februari 2020 pada dini hari hingga siang hari di wilayah Kabupaten Tabalong, Balangan, Tapin, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru bervariasi antara hujan sedang hingga hujan lebat. Akumulasi curah hujan yang tinggi dalam waktu yang cukup singkat inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya genangan air di wilayah tersebut.

“Dari data observasi akumulasi hujan di wilayah Stamet Syamsudin Noor pada tanggal 5 Februari 2020 sebesar 59,3 mm/hari, pada tanggal 6 Februari 2020 sebesar 53,8 mm/hari, dan pada tanggal 7 Februari 2020 sebesar 64,7 mm/hari,” jelas Utari.

Salah satu tempat ibadah di Kabupaten Balangan yang terendam banjir, Sabtu (8/2/2020). foto: bpbd balangan

Adapun puncak musim hujan wilayah Kalsel yaitu di bulan DJF (Desember-Januari-Februari) dengan normal curah hujan bulan Februari di Kabupaten Tabalong dan Tanah Bumbu berkisar 150-400 mm, sementara untuk Kabupaten Balangan, Tapin, dan Banjarbaru berkisar 200-300 mm.

“Dalam 3 hari ke depan di seluruh wilayah Kalsel masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang dikarenakan suplai uap air yang masih cukup besar dan kondisi dinamika atmosfer masih mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif,” tandas Utari. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->