Connect with us

Wisata

Sensasi Soto Apung Banjarmasin Santapan di Atas Lanting Sungai Martapura

Diterbitkan

pada

Menikmati Soto Banjar di warung Soto Apung sambil menikmati pemandangan kelotok yang melintas di atas Sungai Martapura. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hidangan Soto Banjar disajikan di rumah lanting apung itu ketika sang surya hampir terbenam.

Sesekali, ombak dari kelotok yang berlalu membuat lanting itu terombang-ambing. Namun, tak ada yang perlu dikhawatirkan sebab disitulah letak keunikan yang ditawarkan warung bernama Soto Apung ini.

Seperti namanya, warung yang terletak di Jalan Kampung Melayu Laut, Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah ini menawarkan sensasi menyantap Soto Banjar sembari menikmati pemandangan Sungai Martapura.

Berdiri sejak tahun 2017, Soto Apung menjadi salah satu tempat favorit warga Kota Banjarmasin dalam hal wisata kuliner.

Baca juga: Lonovila Menoreh Surga Tersembunyi di Perbukitan Menoreh

Pemilik Soto Apung Kelurahan Melayu, Banjarmasin, Ibu Nani. Foto: fahmi

Pemilik Soto Apung, Nani (60) menyebut, saat hari pertama warung ini buka sudah menunjukkan antusias luar biasa dari warga. Bahkan, pernah dalam satu hari pembeli mencapai 250 orang.

“Awalnya coba-coba, ternyata banyak masyarakat yang suka, karena bisa makan sambil memandang air,” ujar ibu Nani kepada Kanalkalimantan.com, Sabtu (3/1/2026) siang.

Bukan tanpa alasan, selain harga yang terjangkau, ibu Nani konsisten menjaga resep dari keluarga secara turun temurun. Oleh sebab itu, cita rasa Soto Banjar miliknya tak pernah berubah dari dulu sampai sekarang.

Baca juga: Banjir Balangan Meluas 13.531 Jiwa Terdampak di 30 Desa

Kenaikan harga bahan pokok tak membuat Nani harus menaikkan harga jula dari Soto Banjar yang semula Rp10.000 menjadi Rp15.000 per porsi. Kendati demikian, tak pernah terbersit sekalipun dalam pikirannya untuk mengurangi bahan-bahan dari resep warisan demi menjaga kualitas masakannya.

Bahkan Nani mengatakan satu biji bawang pun tak mau dia kurangi, semua itu untuk mempertahankan rasa awal. Tak heran banyak warga yang jadi pelanggan tetap Soto Apung.

“Resepnya diperhatikan dan dijaga ukuran dan takarannya tidak sembarangan,” ungkap Nani.

Baca juga: Bupati dan Sekda Banjar Jenguk Kondisi Warga Terdampak Banjir di Desa Pemakuan dan Pembantanan 

Selain Soto Banjar, warung di atas lanting ini juga menyediakan beberapa menu lain seperti Nasi Sop dan Sate. Nani pernah menambah menu baru, seperti lalapan dan rawon, tapi menurutnya makanan tersebut kurang cocok di lidah masyarakat sekitar yang lebih meminati soto dan nasi sop.

Melihat umurnya yang tidak muda lagi, Nani hanya berharap usahanya kelak bisa dilanjutkan oleh anak-anak atau keluarga, sehingga Soto Apung dapat terus dinikmati warga Kota Seribu Sungai. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca