HEADLINE
Sedimentasi Pakan Ikan Bisa Jadi Problem di Waduk Riam Kanan
ARANIO, Bagi masyarakat di perairan waduk Riam Kanan, usaha bidang perikanan menjadi salah satu sumber memenuhi kebutuhan hidup dan ekonomi masyarakat yang tinggal di sana.
Namun keberadaan keramba apung berpotensi memberikan gangguan kualitas air di waduk Riam Kanan.
Seperti diketahui, air yang ada di waduk itu, selain memiliki fungsi utama sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pangeran Ir HM Noor, juga berfungsi untuk menyuplai air bersih bagi masyarakat Kalsel yang tinggal di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan Ikhlas mengatakan, dalam setiap tahunnya pihak DLH Kalsel rutin melakukan pemantau kualitas air sungai yang ada di Kalsel, dan salah satunya di waduk Riam Kanan. Dari hasil pemantauan, kondisi air di waduk Riam Kanan masih memiliki kualitas yang baik.
“Kalau dilihat air waduknya masih bersih, walau tidak sebersih seperti sebelumnya ketika belum adanya kegiatan keramba apung. Namun, keramba apung ini juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, hasil ikan yang ada di Kabupaten Banjar diperkirakan setengahnya berasal dari keramba apung yang ada di waduk ini,†katanya kepada Kanal Kalimantan, Sabtu (14/4).
Ikhlas menambahkan, waduk memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, tinggal bagaimana agar aktivitas dalam pemanfaatan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Keberadaan dari aktivitas keramba apung ada pengaruhnya terhadap kualitas air waduk, namun masih dalam batasan yang masih bisa ditoleransi.
“Untuk itu perlu ada pembatasan terhadap keberadaan keramba apung, karena kalau semakin banyak akan menimbulkan terjadinya penumpukan sedimentasi dari bekas pakan ikan,†tegasnya.
“Seperti diketahui waduk Riam Kanan menjadi sumber intake PDAM, dari waduk ini hampir setengah masyarakat Kalsel tergantung terhadap keberadaan air di waduk ini, untuk itu kualitas airnya harus tetap terjaga,†pungkas Ikhlas.
Kepala UPT Taman Hutan Raya Sultan Adam Dinas Kehutanan Kalsel Sri Wuriyati mengatakan, keberadaan keramba apung di waduk Riam Kanan memang berpengaruh dengan banyaknya ditemukan sampah-sampah plastik pembungkus ikan. Dia mengharapkan nantinya setiap keramba disediakan tempat pembuangan sampah agar tidak dibuang sembarangan.


“Sehingga nanti setiap saat dan periodik bisa diangkut untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah,†katanya.
Dia menambahkan, ke depannya ada rencana untuk mengalihkan keramba apung menjadi ikan tangkap. Dengan keberadaan keramba apung di eaduk Riam Kanan, dalam waktu lama berpotensi akan terjadi sedimentasi yang diakibatkan dari pakan ikan keramba apung yang bisa  berpengaruh terhadap kualitas air waduk. Untuk mengatasi hal tersebut, UPT Tahura Sultan Adam berencana melakukan penebaran bibit ikan jenis lokal di eaduk Riam Kanan sebagai langkah untuk mengalihkan budidaya ikan keramba apung ke budidaya ikan tangkap.
“Saat ini sudah dalam tahap rencana pelaksanaan kegiatan penyebaran bibit-bibit ikan tersebut,†pungkas Sri. (abdullah/hendera)
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluAnjangsana Pemprov Kalsel, Rudy Ariffin Dukung Keberlanjutan Pembangunan
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluSelawat Bergema di Alun-alun Ratu Zalecha, Al-Habib Ali Zainal Abidin Pimpin Banjar Berselawat
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluKarhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Ancam Pipa Distribusi Utama, PTAM Intan Banjar Lakukan Pemadaman
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluAntisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Kapuas Mantapkan Rencana Kontinjensi Karhutla 2026
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Melepas Kontingen Banjarbaru ke Jamnas Pramuka XII 2026
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPuluhan Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Keamanan Banjar Berselawat


