Connect with us

HEADLINE

Rangkul Lima Parpol, Denny Indrayana Makin Pede Tantang Incumbent di Pilgub Kalsel

Baru Datang, Langsung Dipanggil Prabowo ke Jakarta

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Denny Indrayana saat mengembalikan formulir ke PKB Kalsel Foto : fikri

BANJARMASIN, Jelang masa akhir penjaringan partai politik, Denny Indrayana semakin pede menantang head to head incumbent Sahbirin Noor di Pilgub 2020. Road show ke sejumlah parpol, tokoh masyarakat, hingga temu relawan di berbagai daerah, turut mengangkat elektabilitas ahli hukum tata negara tersebut. Kini, giliran DPW PKB didatangi untuk mengembalikan berkas pendaftaran.

Terhitung, hingga saat ini sudah ada lima parpol yang didatangi Denny Indrayana guna meraih sokongan kendaraan sebagai syarat pendaftaran di KPU Kalsel. Selain PKB, empat partai yang sebelumnya didatangi mantan Wamenkum HAM era Presiden SBY ini adalah Partai Gerindra, Demokrat, PKS,dan Partai Nasdem.

Denny datang ke PKB Kalsel pada Sabtu (30/11) siang, tepat pukul 11:00 Wita. Didampingi oleh relawan dan ketua tim pemenangan, Denny menyerahkan berkasnya yang diterima oleh Wakil Ketua DPW PKB Kalsel Suripno Sumas.

Sama seperti saat pengembalian berkas di empat partai politik sebelumnya, Denny berharap besar dirinya diterima sebagai bakal calon gubernur yang diusung PKB. Meski demikian, Denny tetap menghormati mekanisme partai dalam penjaringan bakal calon gubernur.

Denny baru saja tiba di Banjarmasin pada Jumat (29/11) malam, setelah sejak Senin (25/11) lalu berada di Jakarta. Selama di Jakarta, Denny bertemu dengan sejumlah tokoh partai politik tingkat pusat, bahkan juga menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di mana Anies berbagi pengalamannya selama memimpin DKI Jakarta kepada Denny.

Denny mengakui belum ada komunikasi politik dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Melainkan, hanya sebatas komunikasi biasa saja saat bertemu dalam situasi non formal. “Saya komunikasi dengan Cak Imin biasa saja, sering saja. Waktu Pileg dan Pilpres kemarin sering komunikasi, nanti ada saatnya saya akan melakukannya,” tambahnya.

Denny pun menegaskan, pola komunikasi politik yang ia lakuan selama ini adalah memulai dari bawah. Artinya, Denny menjalin komunikasi lebih awal di tingkat pengurus partai provinsi. Kemudian, dirinya menjalin komunikasi ke pengurus partai di tingkat pusat. Karena bagi profesor tamu di Australia ini merupakan wujud etika politik.

“Semua saya mulai di tingkat provinsi dulu. Kalau sudah saya temui pengurus partai pusat. Bagi saya itu salah satu etika politik, jadi tidak melangkahi pimpinan partai yang ada di provinsi. Saya ketemu H. Abidin (Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel) dulu, baru ketemu pak Prabowo. Saya ketemu Pak Zairullah (Azhar, Ketua DPW PKB Kalsel) baru ke Cak Imin. Jadi begitu (polanya),” jelas Denny.

Bagi Denny, kunci kekuatan dalam politik adalah menjalin komunikasi dan silaturahmi dan dirinya ingin menjaganya.

Sementara, Wakil Ketua DPW PKB Kalsel Suripno Sumas mengatakan, Denny Indrayana merupakan bakal calon gubernur ketiga yang mendaftar di partai besutan Cak Imin ini. Sebelumnya, petahana H. Sahbirin Noor dan Gusti Iskandar Sukma Alamsyah telah mendaftar di PKB. “Kalau sebelumnya kita menerima berkas dari Paman Birin dan Gusti Iskandar, hari ini kita menerima satu berkas lagi atas nama Prof. Denny Indrayana,” kata Suripno.

Dirinya pun takjub, partainya masih dilirik oleh bakal calon gubernur, padahal tidak ada satupun kader PKB yang duduk di DPRD Provinsi Kalsel yang menjadi unsur pimpinan DPRD Provinsi Kalsel. “Dulunya PKB menjadi salah satu pimpinan (DPRD), maka kali ini (hasil Pileg 2019) kami mundur selangkah.Tetapi partai kami masih dilirik,” kata Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalsel ini.

Kemudian, Suripno menambahkan, ketiga berkas bakal calon gubernur ini akan diserahkan ke Tim verifikasi untuk menentukan salah satu dari tiga bakal calon gubernur yang telah diterimanya. “Hasil survey internal dari Pak Denny dijanjikan akhir bulan ini, di awal Desember sudah terima. Dengan dasar itu, kami akan teliti semaksimal mungkin,” jelasnya.

Suripno juga mendapat masukan dari Denny yang berharap pada Pilkada 2020 mendatang, untuk menjaga ketentraman dan tidak ada politik uang. “Kami akan jaga dari saran Prof Denny,” pungkasnya.

Dipanggil Probowo

Saat dalam perjalanan menuju DPW PKB Kalsel, Denny mengakui dirinya akan kembali ke Jakarta pada Sabtu (30/11) sore ini untuk menemui Ketua Umum DPP Partai Gerindra Kalsel Prabowo Subianto usai kunjungan kerjanya di Turki. Apakah ini merupakan sinyalemen bahwa Denny mendapat restu Prabowo? Denny malah menampiknya.

“Kalau ketemu dengan Prabowo sering. Biasa saja, cuma tetap bangun komunikasi terus dengan beliau. Ini pun baru rencana, meski demikian saya diminta untuk tidak jauh-jauh dari Jakarta dulu. Ya sudah, kembali lagi ke Jakarta jam 17:00 WITA sore ini.,” kata Denny, Sabtu (30/11) siang.

Sebelumnya, langkah DPD Gerindra Kalsel menyokong pencalonan Denny Indrayana di Pilgub Kalsel menempatkan partai besutan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ini tak sekadar duduk di bangku cadangan koalisi politik parpol. Bersama Denny Indrayana, Gerindra akan mampu menghadirkan tarung politik signifikan karena sosok mantan WamenkumHAM tersebut yang memiliki kredibilitas dan visi membangun Kalsel lebih baik.

Gerindra pun optimis, ‘tongkat rekomendasi’ Ketua Umum Gerindra Prabowo akan jatuh ke tangan Denny Indrayana. “Ketua Umum sudah kenal dekat dengan Denny. Karena dia pernah menjadi kuasa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres beberapa waktu lalu,” kata Ketua DPD Gerindra Kalsel H Abidin HH, saat menerima pendaftaran alias penggembalian berkas pencalonan Denny Indrayana di kantornya, Rabu (13/11) lalu.

Ia mengatakan, Partai Gerindra Kalsel akan bekerja keras untuk membantu memenangkan Denny sebagai Gubernur Kalsel. H Abidin sebelumnya juga mengajak parpol lain untuk membangun koalisi agar bisa mengusung Denny.

Mengenai siapa yang menjadi pendampingnya, H Abidin mengatakan kader Partai Gerindra juga ditawarkan sebagai mitra Denny Indrayana. “Yang pasti, kami akan beri kejutan. Mengenai mencari koalisi parpol, kami serahkan kepada Denny Indrayana. Apalagi, yang bersangkutan benar-benar disambut segenap pengurus Partai Gerindra,” kata Abidin beberapa waktu lalu.

Ia pun mengaku sudah membicarakan itu kepada Prabowo Subianto. “Jadi, pendahuluan sudah saya lakukan ke DPP Partai Gerindra, tinggal menunggu surat keputusan (SK). Intinya, kami ingin beri kejutan,” tegasnya.

Namun, langah Denny di Gerindra dan Demokrat ternyata juga dikuntit oleh incumbent Sahbirin Noor. Bagaimana pun, langkah Sahbirin membayangi gerilya Denny Indrayana tak bisa dianggap remeh. Mengingat sebagai incumbent yang punya pengaruh dan didukung koalisi besar, memiliki sumber daya untuk menggoyahkan dukungan Gerindra. Begitu juga terhadap Demokrat, karena sebelumnya dia juga telah mengambil formulir meski saat ini belum mengembalikan.

Di Gerindra, Sahbirin sebelumnya merayu dengan nostalgia kemesraan kala Pilgub 2015 lalu. Saat itu, Partai Gerindra merupakan salah satu partai yang mengusung Sahbirin yang berduet dengan Rudy Resnawan. “Saya berharap DPP Partai Gerindra bisa menyetujui lamaran kami,” kata Sahbirin di Gerindra, Selasa (19/11) sore.

Terkait hal ini, Denny Indrayana tetap pede menghadapi jurus incumbent yang coba menelikung di tahap pencalonan. Ia justru menyambut baik langkah petahana yang juga mendaftar di Gerindra. “Bakal calon gubernur mendaftar itu wajar saja, tidak perlu dibesar-besarkan. Saya hormati proses di Partai Gerindra maupun Partai Demokrat, bahwasanya Paman Birin (Sahbirin) mendaftar di Gerindra dan beliau juga mendaftar di Demokrat. Jadi mengapa dirisaukan?” kata Denny. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->