Connect with us

HEADLINE

Puluhan Siswa SMPN 4 Banjarbaru yang Terpapar Hepatitis A Ikuti Ujian Susulan di Rumah

Diterbitkan

pada

Kasus wabah hepatitis A sempat menyerang siswa di Banjarbaru Foto: net

BANJARBARU, Hampir sepekan sejak ramainya pembicaraan soal puluhan pelajar SMPN 4 Banjarbaru yang terkena virus hepatitis A. Kini, pihak sekolah telah mengambil keputusan untuk memberikan waktu istirahat kepada pelajar yang terpapar virus dan dapat mengiktui ujian sekolah dari rumah.

Seperti yang diberitakan Kanalkalimantan.com, awalnya jumlah pelajar yang terpapar virus hepatitis A berjumlah 53 orang. Jumlah ini berdasarkan laporan pemeriksaan RDT oleh puskesmas, Di kws dan BTKL untuk yang positif terpapar virus ada 20 pelajar. Ditambah, 33 laporan dari orang tua yang memberitahukan bahwa anak mereka positif terpapar virus dari hasil pemeriksana di RS Auri, RSD Idaman, RS Kartini serya RS Syifa Medika.

Namun nyatanya, jumlah ini kembali bertambah. Dari konfirmasi pihak sekolah, yang dalam hal ini Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Banjarbaru, Jarot Santosa menyebutkan bahwa ada dua laporan baru terkait siswanya. “Terbaru ini, ada dua laporan lagu dari pihak orang tua yang melaporkan bahwa anak mereka terpapar virus hepatitis A,” katanya, Rabu (11/12).

Dengan begitu, maka jumlah siswa yang diduga kuat terpapar virus ini berjumlah 55 pelajar, Wakasek mengungkapkan bahwa sudah ada siswa yang harus dirawat inap serta sisanya rawat jalan. “Kalau yang 20 siswa positif itu kondisinya Alhamdulillah sudah membaik,” lanjutnya.



Pasca menyebarnya virus hepatitis terhadap para siswa, SMPN Bamjarbaru telah melakukan langkah-langkah pencegahan, mulai dari menggiatkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) hingga melaksanakan RDT kepada penjual makanan yang ada di sekolah.

Sama halnya seperti yang lalu, Wakasek mengungkapkan bahwa Siswa yang positif terpapar virus, diwajibkan untuk istirahat total di rumah selama 28 hari dan mengikuti ujian di rumah saja. “Siswa yang terpapar akan mengikuti ulangan di rumah. Yang pasti, sesuai dengan kemampuan kesehatan mereka dan dengan pengawasan orangtua,” lanjutnya.

Terpisah, Dinas Kesehatan Banjarbaru sendiri menegaskan bahwa tidak ada penambahan kasus virus tersebut. Yang mana diklaim bahwa kasus terakhir yakni di SMPN 4 Banjarbaru tersebut. “Sudah tidak ada lagi, yang 20 positif itu terakhir. Kawan-kawan juga memeriksa di sekolah, termasuk jajanan yang adanya. Hasilnya mengatakan negatif,” kata Kabid Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, Khairul Fahmi kemarin.

Dinkes Banjarbaru dalam hal ini juga telah melakukan langkah-langkah pencegahan hingga penanggulangan. Bahkan dia menyebut sampai mendatangi area atau lingkungan dari siswa yang positif terpapar virus hepatitis A tersebut.

“Sudah kita ke lapangan. Dari di sekolah sampai rumah mereka juga. Termasuk memeriksa jajanan atau makanan yang ada. Kalau hasil pemeriksaan masih belum diketahui, ini kita masih selidiki penyebabnya,” tandasnya.

Disinggung apakah ada potensi teror virus ini bisa meluas ke wilayah lain. Fahmi menjawab jika ini akan dipengaruhi oleh perilaku serta mobilitas publik yang ada di Banjarbaru. “Hepatitis ini kan sifatnya menular. Nah karena di Banjarbaru ini mobilitas orang tinggi, jadi bisa saja ada orang dari daerah lain yang datang ke sini dan kebetulan terpapar virus itu. Makanya ini juga harus jadi atensi sama-sama,” tambahnya.

Ditegaskannya bahwa Dinkes tidak apatis atas kasus ini. Ia menjawab bahwa pihaknya selalu melakukan pengawasan, pendataan serta upaya pencegahan atas kasus ini. “Kita tetap mengawasi walau saat ini tidak ada tambahan kasus. Kalaupun ada terdeteksi langsung ditindaklanjuti. Kita juga ada laporan surveilensi baik mingguan atau bulanan soal kasus penyakit, nah ini kita pantau terus,” klaimnya.

Lantas apakah Dinkes punya vaksin pencegahan ini? Fahmi merespon kalau hal itu belum ada diprogramkan. Lantaran di level pusat terangnya juga belum ada program serupa. “Yang ada (vaksin) untuk ibu melahirkan. Kalau secara umum belum ada,” katanya.

Terakhir, Fahmi mengatakan agar warga turut bersama-sama memberlakukan PHBS di lingkungannya. “Tiap-tiap kepala puskesmas juga sudah kita instruksikan untuk menggelar penyuluhan soal ini di lingkungannya,” pungkasnya. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->