Connect with us

Kota Banjarbaru

Presiden Jokowi Status Kunjungan di Kalsel pada Akun Facebook Miliknya

Diterbitkan

pada

Status Presiden Jokowi di FB usai berkunjung ke Kalsel Foto : istimewa

BANJARBARU, Kunjungan dua hari, Minggu (25/3) hingga Senin (26/3) lalu di Kalimantan Selatan, menjadi kesan tersendiri bagi Presiden Jokowi hingga menggunggah kegiatan tersebut di akun Facebook miliknya. Ada tiga kegiatan yang ditulis Jokowi, yakni terkait Program Padat Karya di Desa Pematang Panjang, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, lalu penyerahan sertifikat tanah di GOR Rudy Resnawan Banjarbaru, dan tentunya, kunjungan pertamanya ke acara haul ke-13 Abah Guru Sekumpul.

Tak hanya tulisan, Jokowi juga menyertakan foto selama kegiatan di tiga lokasi tersebut. Apa yang diunggah Presiden, mendapat banyak tanggapan dan dibagikan oleh ribuan orang. Untuk status kegiatan Program Padat Karya misalnya, disukai 22 ribu orang, dibagikan 1.362 kali, mendapat komentar sebanyak 2.011 saat berita ini ditulis pukul 19.45 Wita.

Untuk kegiatan pembagian sertifikat tanah, status Jokowi disukai 34 ribu orang dan 2.943 kali dibagikan. Dan untuk kedatangannya di acara haul Guru Sekumpul, statusnya di sukai sebanyak 46 ribu orang, dibagikan sebanyak 4.721 kali, serta mendapatkan komentar lebih dari 5 ribu.

Lalu, apa yang ditulis Jokowi dalam FB miliknya? Pada kegiatan Program Padat Karya di Desa Pematang Panjang, dia menuliskan sebagai berikut:



“Warga Desa Pematang Panjang, Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan banyak yang menjadi tukang di luar desa dengan upah sepekan setelah masa kerja. Kini, mereka tak perlu meninggalkan kampung, tapi tetap bekerja dengan upah harian.

Mereka ikut dalam Program Padat Karya Tunai yang sudah kita mulai. Saya sendiri menyaksikan kegiatan program ini di Desa Pematang Panjang, kemarin. Warga mengerjakan pengerasan jalan lingkungan sepanjang 398 meter dengan lebar tiga meter. Anggarannya dari dana desa sebesar Rp 115.919.200, sebanyak 30,37 persennya untuk membayar upah mereka. Dana desa untuk Pematang Panjang tahun ini Rp700 jutaan.

Foto : istimewa

Program padat karya tunai memiliki banyak manfaat. Terutama dua hal: pembangunan infrastruktur dan meningkatkan ekonomi rakyat di desa-desa. Kita harapkan peredaran uang di desa semakin meningkat sehingga daya beli dan konsumsi warga juga semakin naik.”

Untuk pembagian sertifikat hak atas tanah yang berlangsung di GOR Rudy Resnawan Banjarbaru, Presiden mengatakan hal seperti ini dalam statusnya:

“Untuk kesekian kalinya saya menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat. Kali ini, di GOR Rudy Resnawan Banjarbaru, sebanyak 3.630 sertifikat saya serahkan kepada warga Kalimantan Selatan dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.

Ketimpangan atas penguasaan lahan saat ini memang terjadi di Indonesia. Dan itu berlangsung sejak dulu. Saya memastikan bahwa pemberian izin kepemilikan dan pembukaan lahan bagi segelintir pengusaha besar tidak akan saya berikan selama memegang tampuk kepemimpinan nasional.

Karena itulah, kebijakan penyerahan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di seluruh Indonesia bukanlah hal yang mengada-ada. Pemerintah memastikan betul bahwa sertifikat yang diserahkan itu diterima dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat pemilik lahan di seluruh Indonesia.”

Sedangkan untuk acaranya di Haul Abah Guru Sekumpul, Presiden Jokowi menuliskan kisahnya yang harus melalui gang sempit untuk bisa hadir dalam acara tersebut. Begini tulisannya:

“Lebih sejuta orang hadir di puncak acara haul ke-13 ulama kharismatik Kiai Haji Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari di Kelurahan Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan, selepas maghrib tadi malam. Saya yang datang dari Jakarta sampai berjalan kaki satu kilometer menembus lautan jamaah untuk tiba di lokasi pengajian di Musala Ar-Raudhah.

Mereka yang hadir bukan hanya dari Martapura, tapi juga dari luar Kalimantan, bahkan Malaysia dan Singapura. Mereka begitu mencintai Guru Sekumpul, panggilan takzim jamaah untuk Kiai Haji Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari yang berpulang pada 10 Agustus 2005 dalam usia 63 tahun.

Semasa hidupnya, Guru Sekumpul begitu kharismatik dan populer di Kalimantan. Ia juga meninggalkan banyak karya tulis. Petuahnya bagi seluruh umat Islam yang selalu ia tekankan adalah menghormati ulama dan orang tua, berbaik sangka terhadap muslimin, murah harta, manis muka, jangan menyakiti orang lain, mengampunkan kesalahan orang lain, jangan bermusuh-musuhan, jangan tamak atau serakah, berpegang kepada Allah, pada kabul segala hajat dan yakin keselamatan itu pada kebenaran.” (cel/net)

Reporter : Cel/net
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->