HEADLINE
Polda Kalsel Amankan 22 Kg Sabu dari Tiga Tersangka, 1 Orang Masih DPO
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah berhasil mengamankan sedikitnya 4,97 kilogram narkoba jenis sabu yang merupakan jaringan lapas, jajaran Dit Resnarkoba Polda Kalsel kembali berhasil mengamankan sedikitnya 22,7 kilogram sabu dan ekstasi sebanyak 13 butir dengan berat 4,55 gram pada Jumat (6/3/2020) sore, di Jalan Mahligai Komplek Griya Mandiri, Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.
Dari barang bukti itu, kepolisian berhasil meringkus tiga tersangka. Yaitu A alias Aman (23) warga Benua Anyar Banjarmasin, P alias Yudi (26) warga Banyuwangi Jawa Timur, dan SS alias Subur (25) warga Banyuwangi Jawa Timur.
“Yang 22,7 kilogram ini adalah pengembangan dari hasil Operasi Antik Intan 2020 yang kita lakukan beberapa waktu lalu,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani melalui Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Iwan Eka Putra di sela pemusnahan 5,5 kilogram narkoba di Mapolda Kalsel, Rabu (11/3/2020) pagi.

Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Iwan Eka Putra. foto: fikri
Serupa dengan tangkapan sebelumnya, Kombes Iwan mengungkapkan peredaran 22,7 kilogram ini merupakan tangkapan narkoba jaringan lapas, namun berbeda dengan jaringan yang diringkus sebelumnya. Kendati berhasil meringkus tiga tersangka, diakui Kombes Iwan masih ada satu orang lagi yang menjadi DPO. “Karena kembali ke Pulau Jawa, saat ini sedang kita telusuri dan kita kejar,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menjabarkan, modus operandi peredaran narkoba ini yaitu membawa barang bukti itu dengan mobil double cab jenis Hilux yang ditempelkan di bagian dinding mobil. Kemudian, barang bukti itu dibawa ke Jalan Mahligai.
“Setelah tiba di suatu rumah di Jalan Mahligai, di mana barang bukti ada di situ. Kemudian yang menerima barang ini kembali, dipanggil dua temannya ini untuk melanjutkan sementara ia meninggalkan tempat itu,” jelas Kombes Iwan.
Dilihat dari track recordnya, diakui Kombes Iwan merupakan pemain lama. Namun ketika ditanya oleh aparat, pengakuan tersangka malah baru satu kali. “Tidak ada dari mereka yang bilang sudah 20 kali. Pasti jawabannya baru satu kali. Ada hubungannya dengan lapas,” lugasnya.
Ketiga tersangka dikenakan Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2008 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. (Kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : Cell
-
HEADLINE1 hari yang laluEl Nino Sebabkan Situasi Hidrologis Kalsel Semakin Menurun
-
HEADLINE2 hari yang laluKrisis Air Pemadaman Karhutla di Kalsel, Pemerintah Siapkan Sumur Bor
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluMenembus Kabut Asap di Bawah Fly Over Banjarmasin Anak Muda Berbagi Masker
-
Kalimantan Selatan2 hari yang lalu11 Perusahaan di Kalsel Terindikasi Terkait Karhutla
-
Kalimantan Timur3 hari yang laluKarhutla di Kaltim Meluas, 752 Hektare Terbakar dalam Sebulan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluTransformasi “SI PESAN PENA” HSU, Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Desa





