VOA
Plastik Ditemukan Dalam Perut Hewan di Palung Laut Terdalam
Menumpuk Sampah
Dari 90 makhluk yang dibedah oleh tim, 65 – lebih dari 72 persen – mengandung setidaknya satu mikropartikel plastik.
Studi, yang dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science, mengatakan tidak jelas apakah ada kemungkinan partikel-partikel itu telah dicerna oleh ikan di kedalaman yang lebih tinggi, yang kemudian mati dan tenggelam.
Tetapi ketika tim menganalisis serat, – yang sebagian besar tampaknya kain pakaian seperti nilon- mereka menemukan bahwa ikatan atom plastik telah bergeser dibandingkan dengan material baru yang menunjukkan bahwa itu telah berusia beberapa tahun.
Partikel-partikel mikroplastik dibuang langsung ke laut melalui selokan dan sungai atau terbentuk ketika potongan-potongan plastik yang lebih besar terurai seiring waktu.
“Jadi bahkan jika tidak ada satu serat pun yang memasuki laut dari titik ini kedepan, semua yang ada di laut sekarang akhirnya akan tenggelam, dan begitu berada di laut dalam, bagaimana cara kita mendapatkannya kembali?†tanya Jamieson.

Patung dua paus menyembul dari lautan yang penuh plastik diletakkan di depan Panteon Romawi, 5 Juli 2018.
Foto : afp/ap
“Kita menumpuk semua sampah kita ke tempat yang tak begitu kita ketahui.â€Â
Karena kontaminasi plastik sekarang begitu luas, bahkan pada kedalaman yang ekstrem, tim memperingatkan bahwa hampir tidak mungkin untuk mengetahui apa efek menelan plastik pada spesies yang tinggal di bagian paling bawah.
“Partikel-partikel ini bisa saja menembus hewan itu, tetapi pada hewan yang kita lihat partikel itu seperti menghalangi. Perbandingannya mungkin setara dengan Anda menelan dua meter tali tambang dari bahan plastik dan berharap kalau itu tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan anda,†kata Jamieson.
“Tidak ada aspek yang bagus untuk ini.â€Â (er/ft/kk/voa)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE2 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





