Kalimantan Selatan
Persawahan Terendam, Petani Tak Bisa Berbuat Apa-apa
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA — Banjir yang menenggelamkan wilayah Desa Sungaitabuk Keramat, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar mematikan total sumber penghasilan utama warga.
Sekadar diketahui mayoritas pekerjaan warga di desa tersebut adalah petani. Banjir besar yang menggenangi seluruh permukaan sawah membuat mereka tidak bisa bertani.
Hal itu diungkapkan salah satu petani, Abdul Wahab yang menyebut sawah miliknya gagal panen akibat benih padi tenggelam disapu air banjir.
Baca juga: Banjir Balangan: 34 Desa Terdampak di 6 Kecamatan, Ratusan Rumah Rusak

Salah satu petani, Abdul Wahab. Foto: fahmi
“Anak benihnya tenggelam jadi benihnya matian,” ujar Wahab, Minggu (4/1/2026).
Tak habis sampai di situ, banjir setinggi 30 centimeter itu juga merendam kebun warga yang mengakibatkan mereka tidak bisa bertanam sayur.
Baca juga: UMP 2026 Kalimantan Selatan Naik 6,54%, Begini Aturannya!
“Kada kawa beapa-apa lagi tu pang dah, kecuali mehadang banyu surut hanyar ada kegiatan,” ungkapnya.
Banjir yang terjadi lebih dari sepekan itu sangat merugikan usaha warga lokal yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluPTAM Intan Banjar-BPAM Banjarbakula Olah Air Baku Irigasi Riam Kanan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSudah 630 Hektare Lahan Terbakar, Pemkab Banjar Siapkan 150 Personel Gabungan
-
HEADLINE2 hari yang laluEl Nino Diprediksi hingga 2027, Risiko Kekeringan dan Berkurangnya Air Bersih
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluWarga Palangka Raya Terus Menerus Hirup Asap Pekat, Desak Status Bencana Nasional
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluBangkai Kapal Virgo Proses Pengangkatan, 53 Korban Belum Ditemukan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluKades Pulau Kaladan Apresiasi Bantuan Pangan ke Warga Terdampak Karhutla



