Connect with us

Ekonomi

Perlu Rp 120 M, Bangun Pipa Distribusi PDAM Intan Banjar ke Bandara

Diterbitkan

pada

Direktur Teknik PDAM Intan Banjar H Said Umar. Foto : rendy

BANJARBARU, Rencana suntikan modal baru sebanyak Rp 75 miliar dari Pemko Banjarbaru untuk pengembangan pipa distribusi menuju kawasan Bandara berimbas pada meningkatnya kualitas pelayanan air bersih yang masih belum maksimal di beberapa wilayah di kota Banjarbaru.

Hal itu diutarakan Direktur Teknik PDAM Intan Banjar H Said Umar ST MS terkait dengan adanya suntikan dana segar yang sedang dibahas dan menunggu persetujuan DPRD Banjarbaru, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pelayanan di wilayah Banjarbaru.

Sekadar diketahui, adapun wilayah yang masih belum maksimal 24 jam teraliri PDAM Intan Banjar diantaranya Karang Anyar dan sekitarnya hingga menuju Bandara Syamsuddin Noor di Kecamatan Landasan Ulin.

“Penyaluran air sebenarnya di wilayah tersebut tetap ada, namun masih belum 24 jam, sehingga jam-jam tertentu saja bisa mengalir, rencananya dengan pemasangan jaringan pipa dari IPA 2 Pinus Banjarbaru ke Bandara dengan diameter 500, dapat memberi pelayanan bagi masyarakat yang berada di sana,” ujarnya.



Hingga sekarang ini pengerjaan memasuki tahap pertama sudah terlaksana sepanjang 6 Km dangan total panjang pengerjaan saluran hingga IPA Gubernur Syarkawi sepanjang 22 Km.

“Tahap pertama ini kita baru mengerjakan sepanjang 6 Km di sekitar Pondok Kelapa jalan Karang Anyar, dan untuk total panjang pengerjaan itu sendiri dari IPA 2 Pinus Banjarbaru hingga sampai ke Gubernur Syarkawi yaitu 22 Km,” jelasnya.

Dalam penyertaan modal nanti, tambah Said, pengerjaan pemasangan pipa distribusi hingga interkoneksi sistem itu, perlu total dana sebesar Rp 120 miliar, dan dipastikan akan mengalami keterlabatan jika hanya berharap dari Pemko Banjarbaru dan Pemkab Banjar saja.

“Kedepan nanti kita juga berharap dari provinsi bisa ikut penyertaan modal, dengan harapan untuk bisa terselesaikannya proyek tersebut,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->