HEADLINE
Pengelolaan UNESCO Global Geopark Meratus Diperkuat
Saat ini Ada 17 Situs Geologi Utama, 50 Titik Potensial Masih Dikaji
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pengelolaan UNESCO Global Geopark Meratus terus diperkuat, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), maupun koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hal tersebut ditegaskan Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Nasrullah.
Nasurllah menjelaskan, pengelolaan Geopark Meratus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan sesuai mandat UNESCO, termasuk menyiapkan berbagai dokumen pendukung serta kajian-kajian yang diperlukan setiap tahun.
“Tahun ini kami menyiapkan kajian sebagai bagian dari penguatan pengelolaan geopark. Semua ini penting untuk memastikan adanya progres dari tahun ke tahun, terutama menjelang revalidasi UNESCO,” kata Nasrullah, Jumat (23/1/2026) dikutip dari Media Center Kalsel.
Baca juga: Ini Prakiraan Kondisi Cuaca Kalsel dalam Sepekan ke Depan

Saat ini fungsi kesekretariatan Badan Pengelola Geopark Meratus masih didukung oleh Dinas ESDM, khususnya dari sisi SDM teknis. Setelah regulasi dan keputusan resmi terbit, seluruh personel akan terpusat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai leading sektor pengelolaan.
“SDM teknis masih ada di ESDM, karena tidak semuanya dipindahkan sekaligus. Nanti setelah SK keluar, baru akan dipusatkan di Bappeda,” jelasnya.
Terkait isu aktivitas pertambangan, Nasrullah menegaskan bahwa tidak ada kegiatan tambang di dalam kawasan inti UNESCO Global Geopark Meratus.
Kawasan geopark memiliki delineasi dan batas yang jelas, sehingga tidak semua wilayah Pegunungan Meratus otomatis masuk kawasan geopark.
Baca juga: Mereka Menanti Skatepark di Kota Seribu Sungai
“Pegunungan Meratus itu luas, tetapi kawasan geopark sudah ada delineasi khusus di enam kabupaten kota. Di dalam kawasan geopark tidak ada penambangan,” tegasnya.
Dia menambahkan, pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di luar kawasan geopark tetap dilakukan sesuai kewenangan, guna memastikan perlindungan terhadap situs-situs geologi dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Geologi, Mirza Fatmahasnani, menyebutkan saat ini Geopark Meratus memiliki 17 situs geologi utama. Secara keseluruhan terdapat sekitar 50 titik geologi potensial yang terus didata dan dikaji.
“Beberapa di antaranya masih belum banyak dikenal masyarakat, sehingga memerlukan penguatan edukasi dan promosi,” ujarnya.
Baca juga: Cek Kondisi Kolam Renang Idaman Terkini, Ini Respon Komisi III DPRD Banjarbaru
Penetapan Geopark Meratus sebagai bagian dari jaringan UNESCO diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya melalui peningkatan kesadaran lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, dan pariwisata berkelanjutan.
“UNESCO mengamanatkan harus ada peningkatan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Meskipun tidak selalu signifikan dalam waktu singkat, harus ada perubahan dan kemajuan yang dilaporkan setiap tahun,” kata Mirza.
Proses revalidasi UNESCO Global Geopark Meratus dijadwalkan pada 2027, dengan validasi lanjutan pada 2028, sehingga seluruh pihak terkait terus didorong untuk menjaga komitmen pengelolaan geopark secara berkelanjutan. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
-
HEADLINE23 jam yang laluBMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluRaperda Perubahan APBD 2026 Rp3,14 T, Bupati Banjar Sampaikan di Rapat Paripurna DPRD
-
PUPR PROV KALSEL22 jam yang lalu53 Personel PUPR Kalsel Dikerahkan Cegah Karhutla di Hutan Lindung
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Serahkan Satyalancana Karya Satya di Hari Kemerdekaan
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Rp21 Miliar, Pengunjung 1,2 Juta
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluWali Kota Banjarbaru: Perjuangan Veteran Dilanjutkan dengan Semangat Membangun




