Connect with us

DPRD BANJARBARU

Pemangkasan TKD Berimbas ke APBD 2026, Ini Kata Banggar DPRD

Diterbitkan

pada

Rapat paripurna DPRD Kota Banjarbaru dihadiri Wali Kota Banjarbaru 31 Juli 2025 lalu. Foto: dok kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dana transfer pemerintah pusat ke daerah dipastikan akan mengurangi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarbaru pada tahun 2026 mendatang.

Diketahui penurunan TKD (Transfer ke Daerah) dari pemerintah pusat ke Pemko Banjarbaru berkurang Rp349,98 miliar.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banjarbaru melalui juru bicara, Nurkhalis Anshari mengungkapkan, pihaknya bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati finalisasi APBD tahun anggaran Kota Banjarbaru bernilai Rp1,145 triliun.

“Kemudian untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarbaru diproyeksikan sebesar Rp438,5 miliar, sedangkan untuk pendapatan transfer, sesuai pembahasan kita menyepakati sebesar Rp706,9 miliar,” ujar Nurkhalis Anshari, belum lama tadi.

Baca juga: DPRD Banjarbaru Siapkan Platform Digital Pelayanan Aspirasi Masyarakat

Ia menjelaskan jika Banggar Banjarbaru menyepakati total belanja pada APBD Banjarbaru 2026 sebesar Rp1,305 triliun.

Angka ini terdiri atas belanja operasional sebesar Rp1,057 triliun, belanja modal sebesar Rp246,3 miliar dan belanja tidak terduga sebesar Rp1,58 miliar.

“Jika kita sandingkan antara pendapatan dan belanja, terdapat defisit sebesar Rp160,3 miliar,” sebut dia.

Pengurangan terhadap APBD Banjarbaru ini masih dapat ditutupi dengan penerimaan sisa lebih penghitungan anggaran yang jumlahnya sebesar Rp160,3 miliar.

Banggar Banjarbaru merekomendasikan agar TAPD Banjarbaru memperhatikan alokasi anggaran bagi SKPD.

“Hal ini bertujuan agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pelayanan masyarakat. Pemko Banjarbaru melalui TAPD dapat memperhatikan alokasi anggaran untuk SKPD yang mempunyai tugas dan fungsi yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat,” tandas Nurkhalis. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca