NASIONAL
Pandemi Belum Usai, DPR Minta Pertimbangkan Anggaran Pembelian Jet Tempur
KANALKALIMANTAN.COM – Pemerintah diminta mempertimbangkan anggaran pembelian jet tempur dari Amerika dan Prancis di tengah pandemi COVID-19.
Hal ini disampaikan anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan pembelian jet tempur dari Amerika dan Prancis dibutuhkan untuk memperkuat penjagaan wilayah udara Indonesia. Terutama, kata dia, untuk menjaga di wilayah perbatasan seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk menghitung kembali anggaran jet tempur di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit akibat pandemi COVID-19.
“Kalau memang dalam perhitungan secara ekonomi masuk, berarti waktunya kita beli. Tapi kalau belum, ya harus dipertimbangkan skemanya seperti apa,” jelas Dave Laksono kepada VOA jaringan afiliasi kanalkalimantan, Minggu (13/2/2022).
Baca juga : Sembuh 49 Orang, Dinkes Banjarbaru Imbau Terapkan Prokes Ketat Covid-19
Dave menambahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pernah memaparkan rencana pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia kepada DPR. Namun, pemaparan tersebut tidak membahas secara detail pembelian jet tempur dari Amerika dan Prancis ini. Karena itu, kata dia, DPR akan membahas rencana pembelian jet tempur ini pada masa sidang DPR berikutnya.
Selain itu, Dave menyebut pembelian alutsista ini perlu dimanfaatkan pemerintah sebagai sarana diplomasi Indonesia. Semisal untuk lobi ke Eropa agar membuka embargo minyak sawit dan produk turunannya dari Indonesia.
“Ini bisa menjadi alat kita untuk melobi Prancis untuk membuka pasarnya untuk minyak sawit. Ada nilai diplomasi tersendirilah,” tambah Dave.
Rencana Anggaran Capai Ratusan Triliun Rupiah
Sementara pengamat pertahanan Connie Rahakundinie Bakrie mempertanyakan pertimbangan Kementerian Pertahanan membeli jet tempur dari Amerika dan Prancis. Sebab, kata dia, rencana anggaran untuk pembelian jet tempur ini mencapai ratusan triliun rupiah.
Baca juga : 338 Kasus Aktif Terdata, Kebanyakan Akibat Mobilitas Tinggi di Rentan Usia 39 Tahun
“Yang bayar kan rakyat, maka sebagai rakyat saya berhak untuk tahu. Ini tentara kita mau dibawa ke mana dan mau apa?” tutur Connie kepada VOA, Minggu (13/2/2022).
Connie menambahkan pembelian jet tempur dari Amerika dan Prancis berpotensi membuat Indonesia dinilai dekat dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dengan demikian, kata dia, Indonesia akan kesulitan mengklaim sebagai negara yang tergabung dalam Gerakan Nonblok dan sulit menciptakan keseimbangan di kawasan.
VOA sudah berusaha menghubungi juru bicara menteri pertahanan soal rencana pembelian jet tempur ini. Namun, belum ada tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Pada Kamis (10/2) pemerintahan Presiden Joe Biden telah menyetujui rencana penjualan 36 jet tempur canggih F-15 dan alutsista hampir $14 miliar kepada Indonesia. Rencana ini menambah daftar belanjaan Indonesia, yang juga sudah sepakat akan membeli 42 jet tempur Dassault Rafale dari Prancis. (VOA/sm/em)
Editor : Desy
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluTPP ASN Pemprov Kalsel Naik 26 hingga 98 Persen
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluAbsensi Digital SITELADAN Mulai Diterapkan, 536 Guru Non ASN di HSU Gunakan Sistem Biometrik
-
Hukum2 hari yang laluDirjenpas Mashudi Mundur Buntut Hunian Mewah di Lapas Cibinong
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPencanangan Kamis Hanjak Berbudaya di SMPN 2 Pulau Petak
-
HEADLINE3 hari yang laluNakhoda Kapal Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditahan di Polda Kalsel
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluWali Kota Lisa Halaby: Ketersedian “Piring Makan” Harus Terjaga


